MGI All Stars Edisi Kedua Buka Pintu Lebih Lebar, Ini Syarat Finalisnya

Miss Grand International Organization (MGIO) kembali membuka pintu lebih lebar untuk edisi kedua MGI All Stars. Ajang ini akan menggelar grand final pada Sabtu (12/12/2026) di Thailand, setelah pendaftaran resmi dibuka pada Sabtu (6/6/2026) lewat email mgiallstars@missgrandinternational.com.

Yang paling menarik dari edisi kedua ini adalah daftar syarat finalis yang terasa lebih inklusif. MGIO tidak hanya mencari peserta dengan pengalaman di ajang kecantikan internasional, tetapi juga memberi kesempatan bagi transpuan, perempuan menikah, ibu, hingga finalis berusia matang untuk tampil di panggung yang sama.

Finalis wajib punya pengalaman di ajang internasional

Salah satu syarat utama yang ditekankan MGIO adalah pengalaman berkompetisi di ajang kecantikan internasional. Ketentuan ini menjadi bagian dari seleksi awal bagi calon finalis yang ingin ikut bersaing di MGI All Stars edisi kedua.

Dengan aturan tersebut, MGIO tampak ingin menjaga level kompetisi tetap tinggi. Pendaftaran dibuka untuk mereka yang siap masuk ke arena yang menuntut pengalaman panggung dan pemahaman kompetisi skala internasional.

Transpuan tetap mendapat tempat

MGIO juga mempertahankan kebijakan inklusif yang sudah terlihat sejak edisi perdana. Transpuan kembali diizinkan untuk berkompetisi dalam ajang ini.

Kebijakan itu sempat memunculkan pro dan kontra, tetapi partisipasi transpuan berhasil menarik perhatian publik pada edisi sebelumnya. Wakil Vietnam, Huong Giang Nguyen, bahkan berhasil menembus posisi juara ketiga.

Perempuan menikah dan ibu juga bisa ikut

Selain transpuan, MGIO tidak membatasi status pernikahan para finalis. Perempuan yang sudah menikah tetap bisa mendaftar dan bersaing memperebutkan gelar MGI All Stars edisi kedua.

Kesempatan yang sama juga diberikan kepada peserta yang sudah menjadi ibu. Pada edisi perdana, Suheyn Cipriani dari Peru menjadi sorotan karena statusnya sebagai ibu tidak menghalanginya untuk melaju hingga 10 besar.

Batas usia dibuat jelas

MGIO menetapkan rentang usia finalis antara 20 hingga 40 tahun. Batas ini dipasang untuk memastikan para peserta siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Aturan usia tersebut juga menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya memberi ruang bagi peserta muda. Vanessa Pulgarin, pemenang edisi perdana MGI All Stars, meraih gelar itu pada usia 34 tahun.

Seleksi dibangun untuk panggung yang lebih beragam

Kombinasi syarat pengalaman, batas usia, dan kebijakan inklusif membuat MGI All Stars edisi kedua punya karakter yang kuat. Ajang ini menampilkan model kompetisi yang tidak hanya menonjolkan satu tipe finalis, tetapi membuka ruang bagi latar belakang yang lebih beragam.

Di sisi lain, jejak dari edisi perdana memberi gambaran bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar formalitas. Partisipasi Huong Giang Nguyen, Suheyn Cipriani, dan kemenangan Vanessa Pulgarin menunjukkan bahwa standar kompetisi tetap berjalan bersama semangat keterbukaan.

Dengan pendaftaran yang sudah dibuka, perhatian kini tertuju pada para pageant fighter yang siap memenuhi syarat tersebut. MGIO tampaknya kembali menyiapkan panggung besar bagi finalis yang tidak hanya kuat di penampilan, tetapi juga punya pengalaman, kesiapan, dan keberagaman latar belakang.

[crp] Source: www.idntimes.com

Terkait