GEA Aesthetic dan Croma-Pharma resmi membawa PolyPhil ke Indonesia dengan tawaran yang menyasar kebutuhan perawatan kulit yang makin bergeser ke arah regeneratif. Produk ini tidak hanya ditujukan untuk koreksi tanda penuaan, tetapi juga untuk membantu meningkatkan kualitas kulit, hidrasi, elastisitas, dan kesehatan kulit jangka panjang.
PolyPhil hadir sebagai inovasi aesthetic regenerative berbasis polynucleotide atau PN yang berasal dari DNA ikan trout. Teknologi ini dirancang untuk mendukung proses regenerasi alami kulit melalui PN-HPT, yaitu teknologi pemurnian tinggi yang membantu menjaga konsistensi kualitas polynucleotide.
Fokus pada kualitas kulit, bukan sekadar tampilan luar
Dalam konteks perawatan kulit modern, PolyPhil diposisikan sebagai bagian dari strategi skin rejuvenation maupun preventive anti-aging treatment. Produk ini disebut dapat membantu perbaikan tampilan bopeng bekas jerawat, kerutan halus, tekstur kulit, hingga area sensitif seperti under eye.
Selain itu, PolyPhil juga disebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala. Produk ini juga bisa digunakan sebagai skin preparation sebelum berbagai prosedur estetika lain seperti filler, botulinum toxin, chemical peeling, dan laser treatment.
GEA Aesthetic menilai kehadiran PolyPhil penting karena kebutuhan pasar Indonesia tidak lagi berhenti pada koreksi tanda penuaan. Pasar kini juga mencari perawatan yang mendukung hidrasi, elastisitas, dan hasil yang terlihat natural.
Didukung pengalaman klinis panjang
Inneke Huang, General Manager GEA Aesthetic, mengatakan kehadiran PolyPhil di Indonesia merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran di AMUSE, ICE BSD, Sabtu (13/6/2026).
Ia juga menyebut PolyPhil didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa. Selain itu, produk ini memiliki lebih dari 80 publikasi peer-reviewed yang menjadi bagian dari landasan ilmiahnya.
Dari sisi teknologi, PN-HPT® disebut menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten. Kombinasi itu diposisikan sebagai nilai utama yang membuat PolyPhil relevan untuk dokter dan pasien yang mencari terapi regenerative aesthetics.
Empat varian untuk kebutuhan berbeda
PolyPhil hadir dalam beberapa varian untuk menjawab kebutuhan pasien yang beragam. Setiap varian dirancang untuk fokus pada area atau tujuan perawatan yang berbeda.
- PolyPhil™: membantu meningkatkan skin quality dan skin rejuvenation
- PolyPhil™ Next: kombinasi polynucleotide dan hyaluronic acid untuk hidrasi sekaligus regenerasi kulit
- PolyPhil™ Eye: diformulasikan khusus untuk area delicate seperti under eye dan eye contour
- PolyPhil™ Hair: ditujukan untuk mendukung scalp dan hair rejuvenation
Kehadiran beberapa varian ini memperlihatkan arah pengembangan produk yang lebih spesifik. Pendekatan seperti ini memberi ruang lebih luas bagi dokter untuk menyesuaikan terapi dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien.
Dibahas bersama ahli estetika medis
Peluncuran PolyPhil di Indonesia juga diisi dengan diskusi ilmiah bersama para ahli estetika medis dari dalam dan luar negeri. Ada pula sesi sharing experience bersama dr. Ide Bagoes Insani, Sp.BP-RE, yang membahas kolaborasi dengan GEA Aesthetic dan Croma-Pharma.
Dalam sesi itu, dr. Ide juga menyoroti potensi PolyPhil dalam menjawab kebutuhan pasar aesthetic medicine yang terus berkembang di Indonesia. Kehadiran produk ini memperkuat arah perawatan yang lebih regeneratif, natural, dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang.
Dengan kombinasi teknologi PN-HPT, dukungan pengalaman klinis panjang, dan varian yang spesifik, PolyPhil masuk ke pasar Indonesia sebagai pilihan baru di segmen regenerative aesthetics. GEA Aesthetic dan Croma-Pharma menempatkannya sebagai bagian dari upaya memperluas opsi terapi yang lebih ilmiah dan terarah bagi dokter maupun pasien.
