Menang Di Piala Dunia? 6 Etika Medsos Ini Biar Euforia Tak Merusak Pertemanan

Kemenangan tim favorit di Piala Dunia memang sering memicu euforia besar di media sosial. Namun, sorak-sorai digital yang berlebihan bisa berubah jadi sikap yang menyakiti pendukung tim lain, padahal pertandingan sudah selesai dan pemenang sudah ditentukan.

Di momen seperti ini, etika bermedsos justru jadi pembeda antara perayaan yang wajar dan perilaku yang memancing konflik. Enam langkah sederhana berikut bisa membantu suporter tetap merayakan juara tanpa merusak suasana pertemanan di dunia maya.

Ekspresikan bahagia tanpa mengejek lawan

Unggahan tentang kemenangan tim jagoan sebaiknya fokus pada apresiasi untuk permainan mereka. Hindari komentar yang berisi hinaan atau evaluasi bernada merendahkan tim yang kalah, baik di final maupun di laga sebelumnya.

Pendukung tim lawan biasanya sudah kecewa berat. Menambah ejekan hanya memperbesar rasa malu dan tidak memberi manfaat apa pun, apalagi dalam sepak bola hasil menang dan kalah memang selalu mungkin terjadi.

Jangan menandai teman yang sedang kecewa

Menandai teman yang tim favoritnya kalah sering dianggap bercanda oleh sebagian orang. Bagi pendukung lawan, tindakan itu bisa terasa seperti penghinaan, bukan sekadar gurauan biasa.

Setelah pertandingan usai, pemenang sudah jelas dan trofi sudah diangkat. Karena itu, tidak ada kebutuhan untuk membuat suporter tim lain merasa semakin terpojok hanya demi seru-seruan di linimasa.

Batasi jumlah postingan kemenangan

Dorongan untuk membagikan euforia memang kuat saat tim kesayangan menang. Meski begitu, jumlah unggahan tetap perlu dibatasi agar perayaan tidak berubah menjadi tekanan bagi pengguna lain.

Unggahan saat gol tercipta, selebrasi pemain, atau momen pengangkatan piala masih wajar dibagikan. Namun, terlalu banyak postingan selama berhari-hari, apalagi berminggu-minggu, bisa terasa seperti intimidasi bagi pendukung tim yang kalah.

Selektif saat memberi like atau repost

Tidak semua orang pandai membuat unggahan sendiri tentang kemenangan timnya. Karena itu, like atau repost sering dipakai untuk ikut merayakan hasil akhir pertandingan.

Tetap saja, seleksi konten penting dilakukan sebelum menyukai atau membagikan ulang unggahan orang lain. Bila caption atau isinya berpotensi menyinggung pendukung tim lain, lebih aman tidak ikut memperkuat penyebaran konten itu.

Jangan ikut membuat meme kekalahan

Meme memang jadi bagian populer dari percakapan di media sosial. Saat Piala Dunia ramai dibahas, meme tentang tim yang kalah biasanya ikut bermunculan dan cepat menyebar.

Meski terlihat lucu bagi sebagian orang, pembuatan atau penyebaran meme kekalahan tim lain dapat menjatuhkan mental suporter lawan. Pemenang tidak perlu ikut mendorong penghinaan, karena tim yang kalah sudah cukup menerima hasil pertandingan tanpa tambahan tekanan.

Hindari sikap rasis dalam perayaan

Piala Dunia diikuti banyak negara dan memiliki tujuan memperkuat hubungan antarnegara, bukan memecah belah. Karena itu, unggahan yang mengaitkan kemenangan atau kekalahan dengan ras jelas tidak sejalan dengan semangat olahraga.

Semua pemain dari berbagai negara lolos karena punya kemampuan tinggi di lapangan. Jika ada akun lawan yang memancing dengan tuduhan tidak etis, seperti menyebut tim curang atau wasit tidak adil, reaksi terbaik adalah tetap tenang dan tidak membalas dengan cara yang sama buruknya.

Source: www.idntimes.com

Terkait