Harga Bekas Honda Jazz GK5 Tetap Tinggi, Mesin 1.5 dan Desain Timeless Jadi Kunci

Harga bekas Honda Jazz, terutama generasi GK5, tetap bertahan tinggi meski model ini sudah lama berhenti dijual resmi di Indonesia. Di pasar mobil seken, unit yang usianya mendekati satu dekade pun masih diburu dan depresiasinya terbilang tipis.

Fenomena itu terlihat jelas pada varian Jazz RS CVT tahun 2016 dengan odometer rendah sekitar 50.000 km. Di platform jual beli mobil seperti Carsome, harganya masih berada di kisaran Rp 190 jutaan, angka yang dinilai sangat kuat untuk hatchback bekas seusianya.

Situasi ini menarik karena PT Honda Prospect Motor sudah menghentikan penjualan Jazz sejak akhir 2021. Posisi model tersebut kemudian digantikan oleh City Hatchback, tetapi daya tarik Jazz di pasar sekunder justru belum surut.

Minat tinggi itu tidak lepas dari reputasi panjang Honda Jazz di Indonesia. Model ini hadir dalam tiga generasi, mulai dari generasi pertama pada 2003, generasi kedua GE8 pada 2008, lalu generasi ketiga berkode bodi GK5 yang meluncur pada 2014.

GK5 Jadi Buruan

Di antara semua generasi, GK5 menjadi salah satu yang paling banyak dicari. Varian minor improvement 2016 serta versi facelift terakhir keluaran 2017-2021 disebut sebagai unit yang paling diminati di bursa mobil bekas.

Ada beberapa alasan yang membuat GK5 terus laris. Karakter berkendaranya dinamis, konsumsi bahan bakarnya dinilai efisien, dan reputasi durabilitasnya masih dipercaya banyak pembeli mobil bekas.

Faktor desain juga ikut berperan besar. Jazz GK5 pre-facelift lansiran 2014-2016 membawa konsep exciting H design dengan siluet cross fade monoform yang membuat tampilannya tetap relevan sampai sekarang.

Pada model 2016, bentuk bodinya memang lebih membulat dibanding versi facelift akhir yang punya guratan lebih tajam ala Civic Turbo. Namun justru karakter ini membuat tampilannya terasa timeless, sporty, dan tidak terlihat ketinggalan zaman saat diparkir berdampingan dengan mobil yang lebih baru.

Bagian depan mobil ini juga punya ciri yang mudah dikenali. Kap mesinnya pendek sehingga memberi visibilitas luas ke depan, lalu grille hitam glossy menyatu dengan rumah lampu utama dan dilengkapi emblem RS pada varian tertinggi.

Sistem pencahayaannya memakai lampu proyektor LED untuk lampu utama. Sementara lampu sein dan fog lamp masih halogen, sebuah kombinasi yang fungsional sekaligus relatif ekonomis dari sisi perawatan.

Bentuk Kompak, Kabin Tetap Maksimal

Dari samping, Jazz GK5 mempertahankan bodi yang cenderung mengotak dengan pilar A yang landai tegak. Formula ini membantu memaksimalkan ruang kabin, salah satu nilai lebih yang sejak lama melekat pada model ini.

Pada varian minor improvement 2016, Honda juga memberi pembeda yang cukup jelas. Mobil ini memakai velg alloy 16 inci desain two-tone polish, dilengkapi side skirt bawaan pabrik, spion yang dipasang di pintu untuk membantu meminimalkan blind spot, serta handle pintu model tarik.

Bagian belakangnya pun punya identitas kuat. Reflektor lampu vertikal yang memanjang hingga ke atap kaca membuat Jazz GK5 mudah dikenali dari kejauhan.

Mesin Jadi Nilai Jual Utama

Rahasia terbesar mengapa GK5 tetap mahal ada di balik kap mesinnya. Honda membekalinya dengan mesin L15Z1 1.500 cc 4 silinder berteknologi i-VTEC SOHC yang sudah lama dikenal kuat dan responsif.

Output mesinnya mencapai 120 PS atau 118 HP dengan torsi maksimum 145 Nm. Angka ini masih tergolong sangat kompetitif di kelasnya, bahkan disebut mampu melayani performa City Hatchback bermesin DOHC yang lebih baru.

Performa riilnya juga ikut memperkuat daya tarik tersebut. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim tuntas dalam 10,2 detik, catatan yang impresif untuk hatchback harian yang juga mengutamakan efisiensi.

Tenaga itu disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT. Pada varian RS, tersedia paddle shift di balik kemudi yang menghadirkan simulasi perpindahan gigi 7-percepatan untuk menambah sensasi berkendara.

Kombinasi mesin 1.5 liter yang bertenaga dan transmisi CVT yang halus membuat Jazz GK5 punya karakter yang sulit tergantikan. Mobil ini bisa dipakai sebagai komuter perkotaan, tetapi tetap menawarkan rasa berkendara yang menyenangkan bagi pengemudi yang menyukai respons lebih agresif.

Soal bahan bakar, mesin ini direkomendasikan menggunakan oktan minimal RON 91 atau setara RON 92 di Indonesia. Detail ini ikut memperkuat citra Jazz sebagai hatchback kompak yang tetap masuk akal untuk penggunaan harian.

Di tengah gempuran model baru, Honda Jazz GK5 menunjukkan bahwa nilai sebuah mobil tidak semata ditentukan usia produksi. Selama desainnya masih menarik, performanya tetap relevan, dan reputasinya terjaga, harga bekasnya pun bisa terus bertahan tinggi dan tetap diburu pasar.

Terkait