Avanza 2026 Tipe E vs G, Bedah Beda Mesin, VSC, dan Kenyamanan FWD

Author: Qoo Media

Di tengah jalanan Indonesia yang berubah-ubah, dari macet kota sampai tanjakan curam, Toyota Avanza 2026 kembali disorot karena fondasi mekanisnya yang dianggap tahan dipakai harian. Perbandingan tipe E dan G memperlihatkan bahwa perbedaan terbesar ada pada karakter mesin, kelengkapan bantuan berkendara, dan rasa stabil saat mobil diajak bekerja keras.

Blitarkawentar.jawapos.com mencatat, fokus utama pembeda dua varian ini bukan hanya soal angka tenaga di atas kertas. Yang lebih penting adalah bagaimana platform DNGA, sistem penggerak roda depan, dan setelan kaki-kaki membuat Avanza terasa lebih siap menghadapi rutinitas keluarga Indonesia.

Mesin Tipe E dan G Punya Karakter yang Berbeda

All New Avanza tipe E memakai mesin 1NR-VE berkapasitas 1.329 cc, 4 silinder segaris, 16 katup DOHC, Dual VVT-i. Tenaga maksimumnya berada di 96 PS pada 6.000 RPM, dengan torsi 121 Nm pada 4.200 RPM.

Karakter mesin 1.300 cc ini lebih menonjol di efisiensi dan respons untuk rute stop-and-go. Kondisi itu membuatnya cocok untuk pemakaian dalam kota yang padat dan berulang.

Tipe G memakai mesin 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc, 4 silinder, DOHC, Dual VVT-i. Outputnya naik menjadi 106 PS pada 6.000 RPM dengan torsi 137 Nm pada 4.200 RPM.

Tambahan torsi itu membuat tipe G lebih percaya diri saat dipakai mendahului kendaraan lain atau menanjak dengan kabin penuh. Di jalur luar kota, karakter tenaganya terasa lebih padat dan lebih mudah diajak menjaga momentum.

Varian Mesin Tenaga Maksimum Torsi Maksimum
Tipe E 1NR-VE 1.329 cc 96 PS / 6.000 RPM 121 Nm / 4.200 RPM
Tipe G 2NR-VE 1.496 cc 106 PS / 6.000 RPM 137 Nm / 4.200 RPM

FWD, CVT, dan Kontrol Manual yang Lebih Halus

Kedua varian sama-sama menyalurkan tenaga ke roda depan lewat transmisi manual 5-percepatan atau CVT. Pada generasi terbaru ini, CVT dirancang agar perpindahan rasio terasa lebih halus dan meminimalkan slip.

Pengemudi juga mendapat mode Sequential Tiptronic pada varian CVT. Fitur itu membantu saat butuh kontrol lebih aktif untuk mendapat efek engine brake ketika melewati turunan.

Arsitektur FWD dan platform DNGA disebut memberi stabilitas yang lebih baik pada kedua tipe. Kombinasi ini membuat Avanza terasa lebih modern saat dipakai harian maupun ketika menghadapi kondisi jalan yang lebih menantang.

Kaki-Kaki Lebih Siap untuk Jalan Rusak dan Tikungan

Suspensi depan memakai MacPherson Strut, sedangkan belakang menggunakan Torsion Beam. Keduanya disusun untuk memberi keseimbangan antara kekokohan dan kelenturan saat melewati permukaan jalan yang tidak selalu rata.

Tipe E menggunakan pelek 15 inci dengan ban 185/65. Profil ban yang lebih tebal membantu meredam guncangan di jalan rusak dan memberi rasa lebih empuk.

Tipe G memakai pelek 16 inci dengan ban 195/60. Konfigurasi ini mengejar traksi yang lebih maksimal dan stabilitas menikung yang lebih solid.

Varian Roda Karakter Utama
Tipe E 15 inci, 185/65 Lebih nyaman meredam guncangan
Tipe G 16 inci, 195/60 Lebih stabil saat menikung

Fitur Keselamatan Sama, Tipe G Lebih Lengkap untuk Parkir

Kedua varian sudah dibekali rem cakram ventilasi di depan, ABS, EBD, dan Brake Assist. Ada juga VSC untuk membantu mencegah mobil selip saat manuver ekstrem, serta HSA yang menahan mobil agar tidak mundur selama 3 detik ketika berhenti di tanjakan.

Di sisi perlindungan dasar, keduanya memakai GOA Body dan dua SRS Airbag di baris depan. Artinya, perlindungan utama tidak dibedakan secara ekstrem antara tipe E dan G.

Pembeda yang paling terasa ada di bantuan parkir. Tipe G mendapat dua titik sensor sonar parkir di bumper belakang dan kamera mundur, sedangkan tipe E belum dilengkapi sensor parkir bawaan pabrik.

Dengan komposisi itu, tipe E tetap terlihat rasional untuk pengguna yang memprioritaskan ketangguhan dasar dan efisiensi, sementara tipe G menawarkan paket yang lebih kuat di tenaga, kestabilan, dan kemudahan saat parkir. Pilihannya bergantung pada kebutuhan harian, bukan sekadar angka spesifikasi.

Terbaru