Desa di Italia Ini Justru Berbahasa Jerman, Kastelruth Punya Pesona yang Tak Disangka

Kastelruth di Italia utara menawarkan pengalaman yang tidak biasa: sebuah desa di mana warga lebih akrab dengan bahasa Jerman daripada bahasa Italia. Di wilayah ini, sapaan seperti “guten tag” bisa terasa lebih natural ketimbang “ciao”, karena akar budaya Jerman masih sangat kuat.

Desa yang juga dikenal sebagai Kastelruth di kalangan penutur bahasa Jerman ini disebut Rick Steves sebagai salah satu tempat terbaik untuk merasakan perpaduan budaya Jerman di pedesaan Italia. Dilansir www.beautynesia.id dari Islands, Kastelruth memadukan sejarah, lanskap pegunungan, dan kuliner khas yang membuatnya menonjol dari destinasi lain di kawasan itu.

Budaya Jerman yang Masih Kuat di Tengah Italia

Berjalan di jalanan berbatu Kastelruth, pengunjung akan melihat rumah-rumah putih kecil dengan latar pegunungan yang rapi dan tenang. Suasana desa ini memperlihatkan identitas lokal yang berbeda dari gambaran umum tentang Italia.

Salah satu penanda yang paling mudah dikenali adalah menara lonceng besar yang tampak dari hampir seluruh sudut desa. Loncengnya berbunyi setiap jam dari pukul 6 pagi hingga 10 malam, menghadirkan atmosfer khas yang tetap terasa bahkan saat berada di dalam ruangan.

Steves juga mencatat adanya pahatan kayu berbentuk penyihir di beberapa sudut desa. Pahatan itu menjadi pengingat masa kelam ketika wilayah ini mengalami pengadilan penyihir dan orang-orang yang dituduh sebagai penyihir dibakar hidup-hidup.

Kuliner yang Dipengaruhi Tradisi Tyrol

Meski berada di Italia, pilihan makanan di Kastelruth tidak sepenuhnya mengikuti bayangan kuliner Italia pada umumnya. Pengaruh budaya Jerman dan tradisi Tyrol justru memberi karakter rasa yang berbeda dan menarik dicoba.

Menurut catatan Steves di situsnya, pengunjung bisa menemukan sosis atau wurst, sauerkraut, hingga hidangan yang lebih khas seperti speck. Speck adalah ham mentah bergaya prosciutto yang diasapi selama 5 bulan, lalu disajikan sebagai antipasto atau di dalam roti lapis.

Menu lain yang patut dicoba adalah knodel, pangsit besar yang bisa berisi speck, hati, bayam, atau keju. Hidangan ini sering disajikan dengan saus atau dengan mentega dan keju, sehingga semakin menegaskan nuansa kuliner Alpen yang melekat di desa tersebut.

HidanganCiri UtamaCara Penyajian
SpeckHam mentah bergaya prosciutto, diasapi 5 bulanAntipasto atau roti lapis
KnodelPangsit besar dengan isian speck, hati, bayam, atau kejuDengan saus, atau mentega dan keju
WurstSosis khas wilayah TyrolTidak dirinci
SauerkrautAsinan kubis yang difermentasiTidak dirinci

Titik Awal untuk Menjelajahi Dolomit

Kastelruth juga punya nilai strategis bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Dolomit. Pegunungan ini dikenal megah, terjal, dan tertutup salju, dengan pilihan aktivitas seperti ski, pendakian, hingga berjalan santai di jalur alam.

Bagi pelancong yang ingin bertualang ke Dolomit tanpa menginap di tenda perkemahan resmi, Kastelruth disebut sebagai basis ideal. Dari desa ini, kawasan Alpe di Siusi atau Seiser Alm bisa dicapai dengan berkendara sekitar 20 menit.

Alpe di Siusi dikenal sebagai padang rumput terbesar di kawasan Alpen dan berada di ketinggian 1680 meter di atas permukaan laut. Saat cuaca hangat, area ini dipenuhi bunga liar, sementara di kejauhan pengunjung bisa melihat elang emas terbang rendah di atas lanskap berkabut.

Tak jauh dari sana, Taman Alam Sciliar-Catinaccio juga bisa dijangkau dalam waktu kurang dari setengah jam berkendara dari Kastelruth. Taman alam ini menawarkan formasi batuan yang dramatis dan menjadi tujuan favorit bagi para pendaki serta pencinta alam.

Dengan perpaduan bahasa, sejarah, kuliner, dan akses mudah ke pegunungan, Kastelruth memberi alasan kuat untuk masuk daftar tujuan wisata di Italia utara. Desa kecil ini menunjukkan bahwa daya tarik Italia tidak selalu hadir dalam bentuk yang paling umum dibayangkan.

Terkait