Karakter dan Kecerdasan Dinilai Lebih Memikat, Pesan Yeni soal Cantik yang Sering Dilupakan

Di tengah ramainya tren skincare dan standar kecantikan di media sosial, kreator konten asal Blitar, Yeni Setyani, menegaskan bahwa daya tarik sejati tidak berhenti pada wajah yang mulus. Menurutnya, karakter, sikap, dan kecerdasan justru menjadi pesona yang lebih bertahan lama.

Pandangan itu disampaikan Yeni saat berbicara tentang cara banyak orang memaknai kecantikan perempuan. Ia menilai perempuan tidak semestinya diukur hanya dari pemakaian produk perawatan kulit, karena ada nilai lain yang jauh lebih penting dalam keseharian maupun hubungan sosial.

Inner Beauty yang Menurut Yeni Lebih Menonjol

Yeni mengatakan kecantikan akan tampak lebih kuat ketika seseorang ramah, murah senyum, dan membawa energi positif bagi orang-orang di sekitarnya. Ia juga menyebut hati yang baik serta pemikiran yang pintar sebagai bagian dari daya tarik yang tidak bisa dibentuk hanya lewat kosmetik.

“Bagi saya pribadi, cantik itu tidak harus selalu diukur dari pemakaian skincare. Perempuan yang selalu tampil ceria, ramah kepada sesama, murah senyum, baik hati, serta memiliki pemikiran yang pintar, itu jauh lebih terlihat cantik,” ujarnya.

AspekNilai yang Disorot YeniDampak
KarakterRamah, baik hati, murah senyumMemberi kesan hangat dan memikat
KecerdasanPemikiran yang pintarMenambah nilai diri di ruang sosial dan kerja
SikapCeria dan membawa energi positifMembuat pesona terlihat alami

Penampilan Tetap Dipikirkan Karena Pekerjaan

Meski percaya inner beauty lebih utama, Yeni mengakui penampilan tetap penting baginya. Sebagai kreator konten, ia hampir setiap hari tampil di depan kamera untuk menghasilkan materi yang dikonsumsi banyak orang di media sosial.

Kondisi itu membuatnya tetap memperhatikan wajah dan tampilan luar. Ia bahkan mengaku kerap khawatir ketika wajah sedang berjerawat atau mengalami masalah kulit lainnya.

Di sisi lain, komentar negatif dari warganet juga bisa memengaruhi rasa percaya dirinya. Menurut Yeni, tekanan semacam itu sering muncul karena media sosial memberi ruang besar bagi penilaian terhadap penampilan.

Insecurity Masih Menjadi Tantangan

Yeni tidak menutupi bahwa insecurity masih menjadi bagian dari pengalamannya. Ia menyebut dirinya sebagai orang yang rewel soal penampilan di depan publik dan sering takut dihujat hanya karena kondisi wajah sedang tidak ideal.

“Kalau boleh jujur, saya pribadi sebenarnya termasuk orang yang sangat rewel kalau sudah menyangkut urusan penampilan di depan publik. Ada ketakutan tersendiri di dalam hati, saya suka takut dihujat oleh orang-orang atau netizen hanya gara-gara kondisi wajah saya sedang jerawatan atau masalah penampilan lainnya,” ungkapnya.

Namun, Yeni berusaha mengingatkan diri bahwa nilai seseorang tidak ditentukan komentar negatif. Baginya, penerimaan diri dan keyakinan pada karakter yang baik jauh lebih penting daripada mengejar standar kecantikan yang terus berubah.

Cantik Bukan Kompetisi

Yeni berharap perempuan tidak terus membandingkan diri dengan standar kecantikan yang sering muncul di media sosial. Ia menilai setiap orang punya kelebihan, kekurangan, dan pesona masing-masing yang tidak bisa disamakan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih fokus mengembangkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan membangun karakter positif. Dengan begitu, pesona alami akan muncul dari cara seseorang bersikap dan memperlakukan orang lain.

Dalam pandangan Yeni, kecantikan sejati bukan hanya soal apa yang terlihat oleh mata. Kesan itu tumbuh dari hati yang baik, sikap yang ramah, dan kemampuan memberi kebaikan kepada lingkungan sekitar, sebagaimana diceritakan blitarkawentar.jawapos.com.

Terkait