Suhu di dalam pesawat yang terasa sangat dingin bukan semata-mata karena pengaturan AC yang berlebihan. Kondisi itu justru sengaja dijaga agar kabin tetap aman dan nyaman bagi banyak penumpang sekaligus.
Di balik rasa menggigil selama penerbangan, ada pertimbangan kesehatan dan operasional yang membuat suhu kabin tidak dibuat terlalu hangat. Menurut pembahasan yang dilansir Reader’s Digest dan dikutip www.beautynesia.id, pengaturan ini berkaitan dengan risiko penumpang merasa pusing hingga pingsan di udara.
Mengapa Kabin Tidak Dibuat Terlalu Hangat
Penelitian yang dilakukan ASTM International menyebut suhu kabin berhubungan dengan risiko hipoksia. Hipoksia terjadi saat jaringan tubuh tidak mendapat cukup oksigen, dan kondisi ini bisa lebih mudah muncul ketika seseorang berada di ketinggian selama penerbangan.
Dalam penelitian itu, suhu yang terlalu hangat bersama tekanan kabin tertentu dapat meningkatkan kemungkinan penumpang merasa pusing atau bahkan pingsan. Karena itu, maskapai cenderung memilih suhu yang lebih sejuk sebagai langkah pencegahan.
Suhu Kabin yang Umum Diterapkan
Laporan AeroTime Hub menyebut suhu kabin pesawat umumnya berada di kisaran 22 hingga 24 derajat Celsius. Angka ini sebenarnya tidak terlalu dingin, tetapi saat penumpang duduk diam selama berjam-jam, tubuh lebih mudah merasakannya sebagai suhu rendah.
Perbedaan kondisi tubuh juga ikut berpengaruh. Ada penumpang yang cepat merasa panas, tetapi ada pula yang lebih sensitif terhadap udara sejuk, sehingga kru harus mencari titik tengah yang aman untuk seluruh kabin.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Suhu kabin umum | 22 hingga 24 derajat Celsius |
| Risiko yang dihindari | Hipoksia, pusing, hingga pingsan |
| Pertimbangan utama | Keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang |
Siapa yang Mengatur Suhu Di Dalam Pesawat
Menurut Josephine Remo, pramugari dari Scandinavian Airlines, pilot maupun awak kabin dapat mengontrol suhu di dalam pesawat. Namun, setiap maskapai tetap memiliki standar yang berbeda sesuai kebijakan operasional masing-masing.
Deanna Castro, pramugari berpengalaman sekaligus pendiri Future Flight Attendant, menjelaskan bahwa banyak pesawat modern kini memiliki panel pengaturan suhu yang bisa diakses langsung oleh awak kabin. Sistem ini membuat kru lebih mudah menyesuaikan kabin tanpa harus terus menghubungi pilot.
Castro juga menyebut belum ada aturan federal khusus yang menetapkan standar suhu kabin pesawat. Ia menambahkan bahwa Association of Flight Attendants pernah mendorong regulasi tersebut, tetapi sampai sekarang belum ada ketentuan resmi dari Federal Aviation Administration atau FAA.
Itulah sebabnya pengalaman penumpang bisa berbeda di tiap penerbangan. Satu pesawat bisa terasa lebih hangat, sementara pesawat lain terasa jauh lebih dingin, tergantung kebijakan maskapai dan kondisi penerbangan saat itu.
Jadi, dinginnya kabin bukan sekadar kenyamanan kru atau kebiasaan maskapai. Suhu itu dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan penumpang dan membuat perjalanan tetap aman selama penerbangan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!







