Silent Dehydration di Ruangan Ber-AC, 7 Tanda yang Sering Tak Disadari

Ruangan ber-AC memang membuat kerja dan istirahat terasa lebih nyaman, terutama saat cuaca panas. Tetapi, terlalu lama berada di dalamnya bisa membuat tubuh kehilangan cairan tanpa disadari.

Kondisi ini dikenal sebagai silent dehydration, yaitu kekurangan cairan yang tidak selalu memunculkan rasa haus. Akibatnya, banyak orang baru menyadari masalah ini setelah tubuh memberi tanda-tanda tertentu.

Tanda yang paling sering muncul

Silent dehydration di ruangan ber-AC biasanya tidak datang dengan gejala yang ekstrem. Tanda-tandanya cenderung ringan, tetapi jika dibiarkan bisa mengganggu aktivitas harian.

TandaYang TerjadiCatatan
Mulut dan bibir keringMulut, bibir, dan tenggorokan terasa keringAC menurunkan kelembapan udara
Kulit kering dan kusamKulit terasa kasar, mudah mengelupas, atau tampak kusamKelembapan alami kulit lebih cepat hilang
Mata kering dan perihMata terasa perih, gatal, atau seperti ada pasirSering dialami saat lama di depan komputer
Jarang merasa hausRasa haus tidak muncul seperti saat di luar ruanganFaktor suhu sejuk membuat tubuh tidak banyak berkeringat
Mudah lelah dan sulit fokusLebih cepat lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasiProduktivitas bisa menurun
Sakit kepalaNyeri atau pusing dapat muncul saat cairan tubuh berkurangVolume darah bisa ikut menurun
Urine lebih pekatUrine berwarna kuning tua dan jumlahnya sedikitUrine kuning muda atau bening biasanya menandakan tubuh cukup cairan

Melansir CNN Indonesia, salah satu tanda awal yang sering muncul adalah mulut, bibir, dan tenggorokan yang terasa kering. Kondisi ini terjadi karena AC membuat udara lebih kering sehingga cairan di tubuh lebih cepat menguap, termasuk lewat saluran pernapasan.

Keluhan lain juga bisa terlihat pada kulit dan mata. Udara kering akibat AC membuat kelembapan alami pada keduanya lebih cepat hilang, terlebih jika seseorang berada di ruangan berpendingin selama berjam-jam setiap hari.

Bahaya jika dibiarkan

Silent dehydration yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh. Tubuh bisa terasa lebih lemas, sembelit lebih mudah muncul, dan ginjal ikut terdampak jika kekurangan cairan berlanjut.

Selain itu, kulit dan saluran pernapasan dapat menjadi lebih kering. Pada beberapa orang, dehidrasi juga bisa membuat tekanan darah menurun, detak jantung meningkat, dan konsentrasi terganggu.

Cara mencegahnya di ruangan ber-AC

Pencegahan sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan setiap hari. Minum air putih secara rutin tetap penting, meski tubuh tidak merasa haus.

CNN Indonesia juga menyebut, asupan cairan bisa dibantu dari buah dan sayuran yang kaya air seperti semangka, jeruk, mentimun, dan tomat. Jika memungkinkan, suhu AC dapat diatur sekitar 24-26 derajat Celsius agar udara tidak terlalu kering.

Penggunaan pelembap kulit atau humidifier juga bisa membantu saat ruangan terasa sangat kering. Sesekali keluar dari ruangan ber-AC memberi tubuh kesempatan untuk beradaptasi dengan udara alami.

Meski sering dianggap sepele, silent dehydration bisa berdampak pada kesehatan bila terjadi terus-menerus. Karena itu, kebiasaan minum air secara teratur menjadi langkah paling sederhana untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi di ruangan ber-AC.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait