Memilih substrat dan hardscape untuk aquascape ternyata bukan sekadar urusan tampilan. Satu bahan yang keliru bisa mengganggu stabilitas air dan membahayakan ekosistem kecil di dalam akuarium.
Karena itu, banyak pehobi kini lebih berhati-hati sebelum menata akuarium. Tionbing dari saluran YouTube Hobi Ombing menekankan pentingnya menguji reaksi kimia material dasar terlebih dahulu agar media yang dipakai benar-benar aman.
Uji Asam Jadi Langkah Awal
Menurut Tionbing, semua jenis pasir yang akan dipakai sebaiknya diuji lebih dulu dengan cairan asam seperti HCl. Jika pasir bereaksi, mengeluarkan busa, lalu membatu, material tersebut tidak layak dipakai karena berisiko mengganggu parameter air.
Sebaliknya, bila tidak ada reaksi kimia yang muncul, pasir itu dianggap aman untuk digunakan sebagai dasar aquascape. Langkah sederhana ini penting untuk mencegah perubahan kondisi air yang bisa berdampak pada tanaman dan biota di dalam akuarium.
Tiga Pasir yang Sering Dipilih
| Jenis Pasir | Keunggulan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Pasir Malang | Harga ekonomis, berstruktur pori, bagus untuk koloni bakteri pengurai | Sering membawa hama keong dan perlu pencucian ekstra |
| Aqua Soil | Kaya nutrisi dan sudah membawa pupuk bawaan | Harga relatif mahal |
| Pasir silika | Berwarna cerah dan cocok sebagai elemen dekoratif atau cosmetic sand | Tidak disebutkan kekurangan khusus |
Pasir Malang menjadi pilihan populer karena harganya terjangkau dan porinya mendukung kehidupan bakteri pengurai. Namun, material alam ini kerap membawa hama keong sehingga pencuciannya bisa cukup melelahkan.
Sementara itu, aqua soil atau substrat pabrikan seperti ADA, Aqua Blue, dan Esu menawarkan nutrisi yang lebih siap pakai. Opsi ini juga membantu menekan risiko hama bawaan alam, meski harganya lebih tinggi.
Batu dan Kayu Harus Stabil
Untuk hardscape batu, Tionbing menegaskan bahwa material yang dipilih harus keras, stabil, dan tidak mudah hancur. Batu juga tidak boleh memicu kenaikan pH atau mengubah kekerasan air.
Beberapa batu yang disebut aman digunakan antara lain batu turli putih, batu seriu, dragon stone, sarentin, dan batu turli hitam. Setiap jenis punya tekstur dan tampilan berbeda sehingga bisa disesuaikan dengan konsep desain aquascape.
Kayu juga punya peran penting dalam komposisi hardscape, dengan pilihan seperti kayu rasamala dan kayu rentek. Tantangannya ada pada tanin yang bisa keluar dan membuat air berubah kecokelatan.
Untuk mengatasinya, kayu perlu direndam dalam wadah khusus dan airnya diganti secara berkala. Jika ukurannya kecil, proses pelepasan tanin bisa dipercepat dengan perebusan, sedangkan kayu besar biasanya harus direndam lebih lama dengan sabar.
Struktur kayu juga bisa digabungkan memakai lem khusus dan diberi pemberat batu agar langsung tenggelam saat ditata. Perlengkapan aquascape itu disebut bisa diperoleh di The Aquarium, seperti disampaikan Tionbing dalam penjelasannya di Hobi Ombing.







