Sparkling Water Tak Bikin Langsing Instan, Efeknya Kecil Tapi Ada

Author: Qoo Media

Air berkarbonasi tanpa gula atau sparkling water kerap dianggap pilihan yang lebih aman saat sedang menjaga asupan kalori. Namun, sebuah studi baru menunjukkan manfaatnya untuk menurunkan berat badan ada, tetapi sangat kecil.

Penelitian yang dimuat di BMJ Nutrition, Prevention & Health itu menyoroti peran karbon dioksida atau CO2 di dalam sparkling water. Menurut para peneliti, gas tersebut diduga dapat membantu proses penyerapan glukosa dan metabolisme di dalam sel darah merah.

Efeknya Bukan dari Airnya Saja

Laporan Women’s Health menyebut gagasan itu berangkat dari riset hemodialisis yang dilakukan Akira Takahashi dan tim pada 2004. Dalam proses tersebut, CO2 masuk ke dalam darah, mirip dengan yang terjadi ketika seseorang minum minuman berkarbonasi.

Dari mekanisme itu, peneliti menduga CO2 bisa ikut mendukung penurunan berat badan. Meski begitu, Takahashi menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak boleh dipandang sebagai solusi tunggal.

“CO2 dalam air berkarbonasi mungkin dapat mendukung penurunan berat badan,” tulis Takahashi dalam studi tersebut. Ia menambahkan bahwa pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur tetap menjadi komponen penting dalam pengelolaan berat badan yang berkelanjutan.

Bisa Bikin Kenyang, Tapi Pengaruhnya Terbatas

Selain soal metabolisme glukosa, sparkling water juga disebut dapat membuat perut terasa lebih penuh. Gas yang dilepaskan di lambung dapat menyebabkan peregangan pada bagian bawah lambung sehingga memicu rasa kenyang dan membantu mengurangi rasa lapar.

Efek ini hanya berlaku untuk sparkling water tanpa tambahan gula atau pemanis, bukan minuman bersoda manis. Pelatih gaya hidup dan penurunan berat badan Emily Morse, NASM-CPT, mengatakan manfaatnya memang ada, tetapi kecil.

Aspek Temuan Catatan
Penyerapan glukosa Diduga terbantu oleh CO2 Masih sebatas dugaan dalam studi
Rasa kenyang Perut bisa terasa lebih penuh Berlangsung pada sparkling water tanpa gula
Peran dalam diet Potensial membantu program penurunan berat badan Efeknya dinilai sangat kecil

“Sparkling water atau air berkarbonasi mungkin dapat membantu seseorang dalam program penurunan berat badan, tetapi manfaatnya sangat kecil,” kata Morse. Ia menilai pilihan antara air putih biasa dan sparkling water lebih bergantung pada preferensi masing-masing.

Menurut Morse, minuman rendah kalori yang berkarbonasi bisa membantu perut terasa lebih penuh saat seseorang sedang mengurangi asupan kalori. Kondisi itu dapat menekan keinginan untuk ngemil, tetapi tidak menggantikan peran pola makan sehat.

Jangan Bergantung Pada Sparkling Water

Para ahli mengingatkan agar tidak berharap berat badan turun hanya karena rutin minum sparkling water. Dalam studi itu, efek CO2 terhadap penurunan berat badan disebut terlalu kecil untuk menghasilkan perubahan yang berarti tanpa pola hidup sehat.

Morse juga mengingatkan kemungkinan efek samping seperti perut kembung atau banyak gas setelah mengonsumsi minuman berkarbonasi. Ia menyarankan memilih produk yang tidak mengandung gula tambahan, pemanis buatan, maupun bahan tambahan lain.

Ahli gizi Alanna Waldron, MS, RDN, juga menyarankan memilih produk dengan komposisi yang sederhana. Namun, bagi orang yang tidak menyukai sparkling water, air putih biasa tetap disebut sebagai pilihan yang sangat baik.

“Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat sangat membantu perjalanan penurunan berat badan. Jadi, apakah Anda lebih nyaman minum air putih biasa atau sparkling water, pilihlah yang paling sesuai untuk Anda,” ujar Morse.

Terbaru