Kepercayaan yang retak dalam hubungan biasanya tidak pulih hanya dengan waktu. Sabrina Romanoff, Psy.D., menjelaskan kepada Verywell Mind bahwa runtuhnya kepercayaan bermula saat perilaku pasangan tidak sejalan dengan perkataannya.
Karena itu, proses pemulihan membutuhkan niat dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua pihak. Melansir Prevention, ada sejumlah langkah yang bisa membantu pasangan membangun kembali kepercayaan yang sudah terlanjur rusak.
1. Jujur dan Terbuka soal Masalah yang Ada
Langkah awalnya adalah mengungkapkan secara jujur semua hal yang terkait dengan hilangnya kepercayaan. Les Parrott, Ph.D., menekankan bahwa satu-satunya cara untuk memperbaiki kepercayaan adalah dengan bersikap sepenuhnya jujur dan membicarakan masalah yang terjadi.
Tujuannya agar kedua belah pihak sama-sama memahami situasi yang sedang dihadapi. Pada tahap ini, komitmen untuk memperbaiki hubungan juga perlu dibangun bersama, termasuk membahas bagaimana perilaku tertentu memengaruhi perasaan masing-masing.
2. Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf dengan Tulus
Permintaan maaf menjadi bagian penting bagi siapa pun yang telah mengkhianati kepercayaan. Psikolog Paul Coleman, Psy.D., menegaskan bahwa permintaan maaf harus disertai tanggung jawab dan pengakuan penuh atas tindakan yang telah merusak hubungan.
Jika seseorang berada di pihak yang dikhianati, mencoba melihat keadaan dari sudut pandang pasangan juga bisa membantu. Coleman mengatakan, “Cobalah untuk memahami mengapa hal itu terjadi, tetapi ingat bahwa tidak semua jawaban mungkin bisa diketahui.”
3. Memastikan Kedua Pihak Merasa Dipahami
Bagian tersulit dalam proses ini sering kali terletak pada kebutuhan untuk saling memahami perasaan masing-masing. Keduanya perlu lebih mengedepankan empati daripada emosi agar percakapan tidak berubah menjadi pertengkaran baru.
Baik pihak yang mengkhianati maupun yang dikhianati memiliki sudut pandang yang perlu didengarkan. Parrott menegaskan bahwa akan sangat membantu jika pasangan mencoba melihat satu sama lain sebagai sosok yang sedang terluka, bukan sebagai orang yang berniat mencelakai.
4. Mengubah Perilaku yang Memicu Rusaknya Kepercayaan
Perubahan perilaku sangat penting, terutama bagi pasangan yang telah dikhianati secara serius. Mereka membutuhkan bukti kejujuran agar bisa merasa lebih tenang dan yakin terhadap hubungan yang sedang diperbaiki.
Contohnya, membatasi aktivitas tertentu bisa menjadi langkah yang relevan jika kegiatan itu memicu perasaan dikhianati. Di sisi lain, Coleman juga mengingatkan bahwa pihak yang dikhianati perlu perlahan mengurangi sikap terlalu curiga seiring berjalannya waktu.
Itulah sejumlah cara membangun kembali kepercayaan dalam hubungan yang rusak. Prosesnya tidak singkat, tetapi konsistensi dalam tindakan menjadi kunci agar kepercayaan bisa tumbuh kembali.
