Monopoly dikenal sebagai permainan tentang membeli properti, mengumpulkan uang, dan menyingkirkan lawan hingga menjadi pemain terkaya. Namun, versi awal permainan ini justru dibuat untuk memperlihatkan dampak monopoli serta ketimpangan ekonomi.
Di balik sejarah tersebut ada Elizabeth Magie, perempuan yang merancang cikal bakal Monopoly pada awal 1900-an. Kisahnya menarik karena pesan sosial dalam permainan buatannya berubah ketika Monopoly berkembang menjadi permainan kompetitif yang mendunia.
1. Elizabeth Magie menciptakan The Landlord’s Game
Sebelum nama Monopoly dikenal luas, Elizabeth Magie menciptakan permainan bernama The Landlord’s Game pada 1904. Permainan papan ini menjadi bentuk awal dari konsep yang kemudian berkembang menjadi Monopoly.
Menurut British Library, sebagaimana dikutip www.beautynesia.id, Magie membuat permainan tersebut untuk menunjukkan konsekuensi dari monopoli dan ketimpangan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Ia memakai permainan sebagai cara yang lebih mudah untuk memperkenalkan persoalan ekonomi kepada pemain.
2. Permainan Ini Berangkat dari Kritik atas Kapitalisme
Pemikiran Elizabeth Magie dipengaruhi oleh Henry George, ekonom yang mengkritik monopoli tanah dan ketimpangan ekonomi. Karena itu, The Landlord’s Game tidak semata dirancang sebagai hiburan keluarga atau kompetisi untuk mencari pemenang.
Melalui aturan permainan, pemain dapat melihat bagaimana kepemilikan dan monopoli dapat membuat keuntungan terkonsentrasi pada sedikit orang. Di saat yang sama, pemain lain bisa mengalami kesulitan finansial akibat sistem ekonomi yang tidak seimbang.
Pesan tersebut menghadirkan ironi dalam sejarah Monopoly. Ketika permainan ini berkembang, fokusnya justru kuat pada pembelian aset, pengumpulan kekayaan, dan usaha menjadi pemain terakhir yang bertahan secara finansial.
3. Nama Elizabeth Magie Pernah Tenggelam
Kontribusi Magie sempat tidak banyak dikenal ketika Charles Darrow menjual versi Monopoly kepada Parker Brothers pada 1930-an. Dalam waktu yang lama, Darrow lebih sering disebut sebagai pencipta Monopoly oleh publik.
National Women’s History Museum mencatat bahwa nama Elizabeth Magie kemudian jarang dibahas dalam sejarah permainan tersebut. Padahal, gagasan dan rancangan awal yang ia buat menjadi bagian penting dari perjalanan Monopoly.
Situasi ini membuat sejarah Monopoly kerap dipahami hanya dari sisi keberhasilan komersial permainan tersebut. Padahal, ada perjalanan lebih panjang yang melibatkan permainan awal Magie dan gagasannya mengenai ketimpangan sosial.
4. Magie Merupakan Perempuan Progresif pada Masanya
Elizabeth Magie tidak hanya dikenal melalui permainan ciptaannya. Ia juga mendukung hak perempuan dan menyuarakan kritik terhadap ketimpangan sosial pada masa ketika pandangan seperti itu belum mudah disampaikan secara terbuka.
Menurut Visit Forgottonia, Magie menggunakan karya dan tulisannya untuk membahas isu ekonomi serta posisi perempuan dalam masyarakat. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa The Landlord’s Game berkaitan erat dengan pandangan sosial yang ia perjuangkan.
Permainan itu menjadi salah satu medium bagi Magie untuk menyampaikan ide yang lebih besar daripada sekadar aturan bermain. Ia menempatkan persoalan kepemilikan, kekayaan, dan ketidakadilan sebagai sesuatu yang dapat diamati langsung oleh para pemain.
5. Monopoly Berubah Menjadi Board Game Mendunia
Dalam perkembangannya, Monopoly menjadi salah satu board game paling populer di dunia dan dimainkan oleh jutaan orang di berbagai negara selama puluhan tahun. Permainan ini kini lekat dengan strategi membeli properti, menarik sewa, serta membangun kekayaan.
Perubahan tersebut membuat Monopoly memiliki makna yang berbeda dari tujuan awal Elizabeth Magie. Jika The Landlord’s Game dibuat untuk mengkritik dampak monopoli, Monopoly modern lebih dikenal sebagai permainan kompetitif tentang menguasai aset.
Kisah Magie mengajak pemain melihat kembali papan Monopoly dari sudut pandang lain. Di balik permainan yang identik dengan kekayaan, terdapat gagasan awal yang justru mempertanyakan bagaimana kekayaan dapat terkumpul pada segelintir orang.
