Ciccio Manassero membagikan pengalaman lucu saat mencoba membayar makanan bersama aktor Jerome Kurnia. Ia mengaku pernah memindai QRIS menggunakan kamera ponsel, bukan melalui aplikasi m-banking yang digunakan untuk bertransaksi.
Kesalahan sederhana itu membuat proses pembayaran tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ciccio pun menyadari bahwa kode QR untuk pembayaran perlu dipindai dari fitur yang tersedia di aplikasi perbankan atau pembayaran digital.
Aktor berusia 30 tahun tersebut secara terbuka menyebut dirinya gagap teknologi atau gaptek. Ia mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan fitur digital maupun aplikasi baru yang terus bermunculan.
Pengalaman Saat Membagi Tagihan Makan
Peristiwa itu terjadi ketika Ciccio makan bersama Jerome Kurnia dan keduanya ingin membagi tagihan. Ciccio berniat mentransfer uang kepada Jerome, lalu mendapat saran untuk memakai QRIS agar prosesnya lebih praktis.
Namun, saran tersebut justru membuat Ciccio kebingungan karena ia tidak memahami langkah teknisnya. Alih-alih membuka fitur pemindaian pada aplikasi m-banking, ia memakai kamera bawaan ponsel untuk membaca kode QR.
“Temenku Jerome waktu itu nawarin, aku kan mau transfer ke dia, kita makan bareng kan, pakai QRIS. Terus dia bilang, ‘scan aja QRIS’. Aku scan-nya dari kamera ponsel, bukan dari aplikasi m-banking, jadi gak bakal jadi lah,” kata Ciccio Manassero.
Pengakuan itu disampaikan Ciccio saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/7/2026). Menurut laporan hot.detik.com, rekan-rekannya sempat merasa heran sekaligus terhibur melihat cara Ciccio mencoba melakukan pembayaran tersebut.
Terbiasa Transfer dengan Nomor Rekening
Ciccio menjelaskan bahwa ia sebenarnya memiliki m-banking. Akan tetapi, ia lebih terbiasa melakukan transfer dengan mengetik nomor tujuan dibanding memanfaatkan pemindaian kode QR.
“Ada, ada m-banking, tapi kan aku biasanya ketik nomornya saja berapa gitu. Ini dia kayak QR QR, aku scan-nya malah pakai kamera bukan dari m-banking, gak bisa gitu,” tuturnya.
Kejadian tersebut menggambarkan kebiasaan Ciccio yang belum akrab dengan berbagai fitur transaksi digital. Baginya, penggunaan teknologi tidak selalu bisa dipahami secara spontan meski fitur itu telah umum digunakan banyak orang.
Ia juga mengaku cenderung cuek terhadap perkembangan teknologi. Sikap itu terlihat dari ketidakminatannya untuk mengganti ponsel dengan keluaran yang lebih baru.
Lebih Nyaman dengan Ponsel Bergaya Klasik
Ciccio merasa lebih nyaman memakai ponsel yang memiliki kesan klasik dan tidak dipenuhi banyak fitur tambahan. Ia menilai terlalu banyak pilihan teknologi justru dapat membuatnya bingung.
“Iya, aduh parah banget sih. Berarti lebih cuek aja sih kalau masalah teknologi,” pungkasnya. Pengalaman salah memakai QRIS itu pun menjadi salah satu contoh pengakuan jujur Ciccio tentang hubungannya dengan teknologi digital.
Source: hot.detik.com






