Abdel Achrian menyimpan penyesalan mendalam setelah sahabat sekaligus rekan duetnya, Temon, meninggal dunia. Ia tidak dapat berada di sisi Temon pada saat-saat terakhir karena sedang berada di Amerika Serikat untuk urusan pekerjaan.
Jarak membuat Abdel juga melewatkan prosesi pelepasan jenazah hingga pemakaman Temon di TPU Tanah Kusir. Komedian bernama lengkap Simson Rarameha Ngadang itu meninggal akibat serangan jantung pada Minggu, 12 Juli 2026.
Rasa Bersalah karena Tak Bisa Mendampingi
Abdel mengaku kehilangan kesempatan untuk mengantar sahabatnya menjadi beban emosional yang sulit diterima. Ia merasa bersalah karena tidak hadir ketika Temon berada di penghujung hidupnya.
“Salah satu yang bikin gue nyesel mungkin memang, gue nggak ada di saat-saat terakhir Temon. Jadi itu mungkin bikin gue ngerasa sedikit ngerasa, ngerasa nyesel bersalah gitu,” kata Abdel di rumah duka kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 Juli 2026.
Perasaan itu semakin berat karena Abdel tidak sempat melihat wajah Temon untuk terakhir kali. Ia juga tidak dapat ikut mengantar jenazah sahabatnya hingga ke pemakaman.
Dalam keterangannya kepada hot.detik.com, Abdel menyebut sebelumnya ia pernah mengatakan tidak sanggup jika harus melayat Temon meninggal dunia. Namun, keadaan justru membuatnya benar-benar tak bisa menghadiri seluruh rangkaian perpisahan tersebut.
“Perasaan itu gak enak gitu, karena beberapa waktu yang lalu itu, di beberapa kontenlah gue bilang gue gak sanggup kayaknya kalau ngelayat Temon meninggal. Tapi bener-bener, gue gak bisa nganterin Temon, gak bisa melihat jenazahnya terakhir, gak bisa nganterin Temon ke pemakamannya,” terangnya.
Baru Ziarah Setelah Pulang dari Amerika Serikat
Abdel baru bisa menginjakkan kaki di makam Temon pada Kamis, 16 Juli 2026 pagi. Kedatangannya dilakukan setelah ia menempuh perjalanan panjang dari Amerika Serikat.
Di tengah rasa kehilangan itu, Abdel hanya dapat mengirimkan doa untuk sahabatnya. Ia berharap Temon memahami bahwa ketidakhadirannya bukan karena tidak ingin datang, melainkan karena sedang berada jauh dari Indonesia.
“Mudah-mudahan Temon tahu gue lagi memang gak bisa, bukannya gak mau,” tutur Abdel. Kalimat itu menggambarkan kesedihan yang masih dirasakannya setelah kehilangan partner yang telah menemaninya selama puluhan tahun.
Kabar Duka dari Kodil
Abdel pertama kali menerima kabar Temon meninggal dari rekan mereka, Kodil. Setelah mendengar kabar tersebut, ia segera menghubungi keluarga almarhum untuk memastikan informasi itu.
Ia menyebut sempat menelepon Rico dan Mae, istri Temon, setelah mendapat kabar sekitar pukul 09.00. Langkah itu dilakukan Abdel untuk memperoleh konfirmasi langsung dari keluarga yang ditinggalkan.
“Dikabarinnya sama Kodil, mungkin kalau gak salah dia kan jam setengah 9 ini. Kodil ngabarin sekitar jam 9-anlah gitu,” kata Abdel.
Persahabatan Sejak Masa Radio
Persahabatan Abdel dan Temon telah terjalin sejak 1992, ketika keduanya masih aktif sebagai penyiar radio. Mereka kemudian bersama-sama merintis perjalanan karier dari masa sulit hingga dikenal luas di layar kaca.
Kehilangan Temon menjadi pukulan berat bagi Abdel karena hubungan mereka tidak hanya dibangun sebagai rekan kerja. Bagi Abdel, Temon adalah sahabat lama yang menyaksikan dan menjalani banyak fase penting dalam perjalanan kariernya.
Source: hot.detik.com






