Redmi 14C menawarkan kombinasi yang jarang ditemui di kelas Rp1,5 jutaan: layar besar 6,88 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz, baterai 5.160 mAh, serta kamera utama 50 MP. Namun, daya tarik tersebut datang dengan satu catatan penting, yakni kualitas speaker mono yang dinilai kurang memuaskan untuk menikmati musik maupun video tanpa earphone.
Ponsel ini diposisikan sebagai penerus Redmi 13C, perangkat yang sebelumnya menjadi salah satu andalan Xiaomi di segmen entry-level Indonesia. Dengan kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta sesuai varian memori, Redmi 14C menyasar pengguna yang mengutamakan layar luas, daya tahan baterai, dan ruang penyimpanan besar untuk kebutuhan harian.
Layar 120 Hz Jadi Nilai Jual Utama
Panel Redmi 14C membesar dari 6,74 inci pada generasi sebelumnya menjadi 6,88 inci, masih memakai desain poni tetesan air dengan bezel bawah yang cukup tebal. Layar ini mendukung refresh rate 120 Hz dan dapat menyesuaikan secara dinamis pada kisaran 90 Hz hingga 120 Hz untuk membantu menghemat daya.
Gerakan antarmuka terasa lebih mulus saat layar berjalan pada refresh rate tinggi, meski implementasinya belum merata di semua aplikasi. YouTube, misalnya, masih berjalan pada 60 Hz tanpa opsi pengaturan manual untuk memaksimalkan panel 120 Hz tersebut.
Tingkat kecerahan layar tergolong standar untuk ponsel di kelas harganya. Pengguna perlu menaikkan kecerahan hingga sekitar 80 persen agar tampilan tetap jelas di dalam ruangan, sementara visibilitas di bawah sinar matahari langsung masih menjadi tantangan.
Varian Memori dan Baterai
Xiaomi menyediakan dua pilihan memori, dengan selisih harga Rp300 ribu antara varian dasar dan tertinggi. Keduanya masih mengandalkan penyimpanan eMMC, sehingga kecepatan baca-tulis data tidak setara dengan memori UFS yang lazim dijumpai di perangkat kelas harga lebih tinggi.
| Varian | RAM | Penyimpanan | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|
| Dasar | 6 GB | 128 GB | Rp1,5 jutaan |
| Tertinggi | 8 GB | 256 GB | Rp1,8 jutaan |
Untuk pengguna yang membutuhkan ruang lebih lapang, varian 8 GB/256 GB menjadi pilihan yang lebih masuk akal karena kapasitas penyimpanannya dua kali lebih besar. Redmi 14C juga membawa slot terpisah untuk dua nano SIM dan microSD hingga 1 TB, sehingga pengguna tidak perlu mengorbankan kartu SIM saat menambah memori eksternal.
Baterai berkapasitas 5.160 mAh menjadi peningkatan dari generasi sebelumnya yang membawa kapasitas 5.000 mAh. Sistem HyperOS disebut memiliki efisiensi daya yang cukup baik untuk menunjang kegiatan seperti membaca, streaming video, dan penggunaan harian dalam durasi panjang.
Charger 33 Watt, Pengisian Maksimal 18 Watt
Salah satu kejutan dari paket penjualan Redmi 14C adalah kehadiran adaptor charger 33 Watt di dalam kotak. Meski begitu, perangkat ini hanya mendukung pengisian daya maksimal 18 Watt, sehingga charger bawaan tersebut tidak berarti pengisian akan berjalan pada daya 33 Watt.
Isi kotak juga mencakup casing silikon transparan, SIM ejector, panduan singkat, dan kartu garansi resmi selama 15 bulan. Menurut blitarkawentar.jawapos.com, peningkatan kelengkapan ini cukup menonjol dibanding generasi sebelumnya yang dibekali kepala charger 10 Watt.
Di sisi konektivitas, Redmi 14C masih menyediakan jack audio 3,5 mm di bagian atas dan port USB Type-C di bagian bawah. Tombol daya di sisi kanan sekaligus berfungsi sebagai sensor sidik jari, sementara speaker mono ditempatkan di area bawah bodi.
Performa Cukup untuk Game Ringan
Redmi 14C ditenagai MediaTek Helio G81, chipset yang memiliki spesifikasi sangat dekat dengan Helio G80 dan Helio G85. Perbedaan dengan Helio G85 disebut berada pada clock GPU yang lebih rendah sekitar 50 MHz, sehingga dampaknya tidak terlalu besar untuk penggunaan sehari-hari.
Pada pengujian Mobile Legends menggunakan varian RAM 6 GB, perangkat ini dapat menjalankan grafis High dan frame rate High hingga 60 FPS. Dalam mode Brawl yang penuh efek visual, performanya dilaporkan mampu bertahan di atas rata-rata 55 FPS dengan frame drop yang minim.
Kondisinya berbeda saat Redmi 14C digunakan memainkan Genshin Impact pada varian RAM 8 GB. Proses compiling shaders dapat berlangsung lebih dari 20 menit akibat keterbatasan eMMC, sedangkan performa pada pengaturan grafis terendah berada konsisten di bawah 30 FPS.
Permainan berat tersebut juga memunculkan patah-patah visual, jeda respons saat karakter berlari, serta gangguan pada audio game. Dengan karakter ini, Redmi 14C lebih sesuai untuk game kompetitif ringan ketimbang judul dengan beban grafis besar.
Kamera Menarik, Speaker Jadi Kelemahan
Kamera utama 50 MP menjadi salah satu sisi yang melampaui ekspektasi di kelas harga murah. Hasil foto luar ruangan disebut memiliki warna cerah dan detail yang baik, sementara pemotretan di dalam ruangan masih dapat menekan noise dengan cukup rapi.
Kamera ini juga tetap menghasilkan foto malam yang layak tanpa harus selalu mengaktifkan mode malam. Saat night mode digunakan, sistem membantu meredam pendaran lampu agar hasil foto terlihat lebih terkendali.
Sebaliknya, speaker mono menjadi kompromi paling terasa pada Redmi 14C. Suaranya dinilai meleber, cenderung cempreng, kurang detail, dan minim kedalaman bass, sehingga penggunaan earphone melalui jack 3,5 mm dapat menjadi opsi yang lebih nyaman bagi penikmat audio.







