Teh melati dikenal lewat aroma khasnya, tetapi manfaatnya tidak berhenti pada pengalaman minum yang menenangkan. Jika dibuat dengan bahan dasar teh hijau, minuman ini juga membawa senyawa nabati dan kafein dalam kadar yang lebih rendah dibanding kopi.
Dua kandungan yang paling sering dibahas adalah polifenol serta katekin, termasuk epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa tersebut dikaitkan dengan perlindungan sel dari radikal bebas, tambahan energi, hingga dukungan bagi sistem kekebalan tubuh.
Ringkasan Manfaat Teh Melati
| Manfaat | Kandungan yang Disebut | Keterangan |
|---|---|---|
| Kaya antioksidan | Polifenol dan katekin | Melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. |
| Tambahan energi | Kafein | Sekitar 35 mg per cangkir, lebih rendah dari kopi sekitar 95 mg. |
| Mendukung kekebalan tubuh | Katekin teh hijau | Dapat membantu melindungi tubuh dari flu dan pilek. |
1. Kaya Antioksidan
Teh melati sarat akan polifenol, yaitu senyawa nabati yang berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang dipicu oleh radikal bebas.
Menurut Beautynesia yang mengutip Healthline, teh melati berbahan dasar teh hijau memiliki kandungan polifenol tinggi berupa katekin. Salah satu katekin yang menonjol adalah epigallocatechin gallate atau EGCG.
EGCG dikaitkan dengan sejumlah manfaat, termasuk penurunan berat badan, perbaikan kontrol gula darah, serta kesehatan jantung dan mulut. Katekin teh hijau seperti EGCG juga disebut memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu menurunkan kadar lipid darah.
Penurunan kadar lipid darah tersebut berpotensi berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Namun, manfaat ini dibahas dalam konteks teh melati yang menggunakan teh hijau sebagai bahan dasarnya.
2. Memberikan Tambahan Energi
Teh melati mengandung kafein sehingga dapat memberikan dorongan energi. Kandungan ini menjadi pilihan bagi orang yang ingin tetap menikmati efek kafein dengan asupan yang tidak setinggi kopi.
Kadar kafein teh melati disebut sekitar 35 mg per cangkir. Angka tersebut jauh di bawah kopi yang mengandung sekitar 95 mg kafein.
Perbedaan kandungan itu membuat teh melati memiliki posisi tersendiri di antara minuman berkafein. Aromanya tetap khas, sementara kafein yang dikonsumsi berada pada tingkat yang lebih rendah daripada secangkir kopi menurut data yang disebutkan.
Kafein bukan satu-satunya unsur yang membuat teh melati menarik. Pada teh melati dengan dasar teh hijau, senyawa katekin juga hadir bersamaan dengan kandungan tersebut.
3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Katekin dari teh hijau disebut dapat membantu melindungi tubuh dari flu dan pilek. Karena itu, manfaat ini terutama relevan apabila teh melati dibuat menggunakan bahan dasar teh hijau.
Katekin merupakan zat yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam teh hijau, katekin terdiri atas empat senyawa antioksidan.
Katekin termasuk jenis flavan-3-ol yang dibahas dalam penelitian yang diterbitkan di Advances in Nutrition. Harney & Sons Master Tea Blenders turut menyoroti bahwa penelitian tersebut menunjukkan dampak nyata flavan-3-ol bagi kesehatan.
Manfaat teh melati bergantung pada jenis teh yang dipakai sebagai dasarnya, terutama ketika pembahasan menyangkut katekin dan EGCG. Sementara itu, kandungan kafeinnya menjadikan teh melati pilihan untuk memperoleh tambahan energi dengan kadar lebih rendah daripada kopi.
