Di usia 19 tahun, Lamine Yamal disebut membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026. Di balik pencapaian itu, ada masa kecil yang dijalani di apartemen kecil bersama sang ibu setelah kedua orang tuanya berpisah.
Kisah Yamal bukan hanya tentang talenta sepak bola yang menembus panggung terbesar dunia. Perjalanan keluarganya juga merekam perjuangan imigran dari Maroko dan Guinea Ekuatorial yang membangun hidup di Catalonia.
Dalam laga final yang digelar pada Minggu, 19 Juli, Yamal mendapat dukungan langsung dari kedua orang tuanya di tribun. Kehadiran Mounir Nasraoui dan Sheila Ebana menjadi sorotan karena keduanya masih berusia remaja saat menyambut kelahiran putra mereka.
Yamal lahir pada 13 Juli 2007 di dekat Barcelona, Spanyol. Ia merupakan anak dari Mounir, yang berasal dari Maroko, dan Sheila yang memiliki akar keluarga dari Guinea Ekuatorial.
Perjalanan Keluarga Yamal
| Tokoh | Hubungan dengan Yamal | Informasi penting |
|---|---|---|
| Mounir Nasraoui | Ayah | Berasal dari Maroko dan tiba di Catalonia saat masih anak-anak. |
| Sheila Ebana | Ibu | Berasal dari Guinea Ekuatorial dan pernah bekerja di restoran cepat saji. |
| Keyne | Adik tiri | Berusia 3 tahun dan kerap mendukung Yamal dari tribun penonton. |
Dalam podcast Resonancia de Corazón con José Ramón de la Morena, Yamal menceritakan peran besar neneknya dalam membawa keluarga sang ayah ke Spanyol. Ia menyebut neneknya lebih dulu tiba di Mataro setelah menyelinap naik bus dari Maroko.
“Dia mulai bekerja tiga shift agar ayah saya bisa datang,” kata Yamal. Setelah mengumpulkan uang, sang nenek membayar seorang perempuan untuk membawa ayah Yamal dan saudara perempuannya yang ketika itu masih berusia tiga tahun.
Mounir dan Sheila bertemu di Barcelona saat masih remaja. Namun, keduanya memutuskan berpisah ketika Yamal baru berusia tiga tahun.
Setelah itu, Yamal tumbuh bersama ibunya di Granollers, kota kecil di timur laut Barcelona. Sheila menjalani masa yang tidak mudah demi memenuhi kebutuhan anaknya.
Kerja Keras Sang Ibu dan Jalan ke La Masia
Menurut laporan The Athletic yang dikutip www.cnbcindonesia.com, Sheila pernah bekerja di restoran cepat saji untuk menafkahi Yamal. Masa sulit itu menjadi bagian dari perjalanan sebelum putranya masuk ke akademi Barcelona, La Masia.
Yamal menembus La Masia pada usia 12 tahun. Tiga tahun kemudian, ia sudah melakoni debut profesional bersama Barcelona.
Bagi Yamal, keberhasilan di sepak bola memiliki arti yang sangat personal karena berkaitan dengan kebahagiaan keluarganya. Ia menyebut ibunya sebagai sosok paling penting dalam hidupnya.
“Bagi saya, ibu adalah ratu dan orang yang paling saya sayangi,” ungkap Yamal. Ia juga mengenang masa ketika dapur dan kamar tidur berada dalam ruangan yang sama di apartemen kecil tempat mereka tinggal.
“Sekarang, melihat ibu saya bahagia dan adik saya bisa memiliki masa kecil yang saya impikan, itulah yang membuat saya paling bahagia,” lanjutnya. Pernyataan itu menggambarkan alasan keluarga tetap menjadi pusat perhatian Yamal di tengah kariernya yang melesat.
Ikatan dengan Adik dan Dukungan Keluarga
Meski telah berpisah, Mounir dan Sheila disebut tetap menjaga hubungan baik. Dukungan keduanya hadir dalam momen-momen penting perjalanan Yamal, termasuk saat final Piala Dunia.
Yamal juga memiliki kedekatan kuat dengan Keyne, adik tirinya dari pernikahan baru sang ibu. Bocah itu beberapa kali terlihat memberikan dukungan dari kursi penonton.
Dalam konferensi pers yang dikutip The Athletic, Yamal mengungkapkan rasa harunya melihat keluarga menjalani kehidupan yang mereka impikan. “Adik laki-laki saya berarti segalanya bagi saya. Rasanya seperti dia anak saya sendiri,” ujar Yamal.
Kebahagiaan juga datang dari sisi keluarga sang ayah. Pada Oktober 2025, Mounir mengumumkan pertunangannya dengan kekasihnya, Kristina, melalui Instagram.
Perjalanan Yamal menunjukkan bahwa keberhasilan di lapangan dibangun dari dukungan keluarga yang melewati banyak tantangan. Dari masa tinggal di apartemen sempit hingga tampil di panggung dunia, ia tetap menempatkan ibu, ayah, dan adiknya sebagai bagian penting dari pencapaiannya.
