Moisturizer dan Pelembap Ternyata Tak Selalu Sama, Bedanya Bisa Pengaruhi Kulit

Author: Qoo Media

Istilah moisturizer dan pelembap kerap dipakai bergantian saat membahas perawatan kulit. Namun, perbedaan tekstur, kandungan, dan cara kerja keduanya dapat menjadi pertimbangan saat memilih produk untuk kulit yang kering, berminyak, sensitif, atau dehidrasi.

Keduanya memang sama-sama bertujuan menjaga air pada kulit dan mendukung kondisi skin barrier. Perbedaannya lebih terlihat pada formula produk serta fokus manfaat yang ditawarkan untuk kebutuhan kulit tertentu.

Dokter estetika dan skincare educator dr. Ariesonna Lestari menjelaskan perbedaan tersebut melalui video edukasi di akun TikTok-nya. Menurutnya, pelembap dan moisturizer dapat dibedakan dari tekstur, waktu pemakaian, manfaat, hingga kandungan di dalam produk.

“Jadi sebenarnya pelembap dan moisturizer adalah dua hal yang berbeda,” kata dr. Ariesonna Lestari. Ia menyebut pelembap umumnya memiliki tekstur yang lebih ringan, sedangkan moisturizer cenderung lebih kental.

Fokus Hidrasi dan Penguncian Kelembapan

Dalam penjelasan yang dikutip www.suara.com, moisturizer umumnya berfokus meningkatkan kadar air pada lapisan kulit sekaligus membantu mempertahankan hidrasi. Produk ini kerap mengandalkan bahan yang menarik air ke dalam kulit.

Sementara itu, pelembap lebih diarahkan untuk menjaga kelembapan alami yang sudah ada di kulit. Perannya adalah membentuk lapisan pelindung agar penguapan air berkurang dan kondisi skin barrier tetap terjaga.

Aspek Moisturizer Pelembap
Tekstur Cenderung lebih kental Cenderung lebih ringan dan mudah diserap
Fokus utama Menghidrasi dan menambah kadar air kulit Mengunci kelembapan alami kulit
Jenis kandungan Humektan seperti glycerin, hyaluronic acid, aloe vera, urea, dan PCA Emolien dan oklusif seperti ceramide, lipid, minyak alami, atau butter

Bahan humektan pada moisturizer bekerja dengan menarik air ke kulit. Contoh kandungan yang disebutkan meliputi glycerin, hyaluronic acid, aloe vera, madu, urea, dan PCA.

Adapun pelembap dapat mengandung emolien dan oklusif yang membantu menghaluskan permukaan kulit serta mempertahankan kelembapan. Kelompok bahan ini mencakup ceramide, lipid, minyak alami, dan butter.

Kandungan Tambahan untuk Masalah Kulit

Menurut dr. Ariesonna, pelembap juga dapat diperkaya zat tambahan untuk membantu menangani masalah kulit tertentu. Bahan yang disebutkan antara lain niacinamide dan vitamin C.

Selain dua bahan tersebut, retinol juga disebut sebagai salah satu bahan aktif yang dapat ditambahkan pada beberapa pelembap. Keberadaan bahan aktif ini membuat pengguna perlu memperhatikan tujuan pemakaian produk, bukan hanya nama kategorinya.

Dr. Ariesonna menyebut moisturizer cenderung dapat digunakan kapan saja. Sementara pelembap umumnya dianjurkan dipakai pada pagi dan malam hari menurut penjelasannya.

Pemilihan produk menjadi penting karena kondisi kulit tidak selalu sama. Kulit yang terasa dehidrasi membutuhkan perhatian pada kadar air, sedangkan kulit yang kelembapannya mudah hilang memerlukan bantuan lapisan pelindung.

Produk Bisa Dipakai Berurutan

Perbedaan fungsi tersebut tidak berarti moisturizer dan pelembap harus dipertentangkan dalam satu rutinitas. Keduanya dapat saling melengkapi, terutama ketika kulit membutuhkan hidrasi sekaligus perlindungan dari penguapan air.

Saat kulit mengalami dehidrasi, moisturizer dapat digunakan lebih dahulu untuk membantu menambah kadar air. Setelah itu, pelembap dapat digunakan untuk membantu mengunci kelembapan tersebut dan mendukung skin barrier.

Karena itu, konsumen perlu memeriksa tekstur dan daftar kandungan produk sebelum menentukan pilihan. Produk dengan bahan humektan, emolien, oklusif, atau bahan aktif memiliki fokus yang berbeda meski sama-sama sering disebut pelembap.

Pemahaman ini membantu rutinitas perawatan kulit menjadi lebih sesuai kebutuhan. Alih-alih hanya mengandalkan istilah pada kemasan, perhatian dapat diarahkan pada manfaat utama serta kandungan yang tersedia di dalam produk.

Source: www.suara.com
Terbaru