Rambut Lebih Mudah Rontok saat Cuaca Panas, Keringat Bisa Mengganggu Folikel

Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh cepat berkeringat, tetapi juga dapat membuat rambut lebih rentan rontok. Paparan matahari, suhu tinggi, dan kelembapan ekstrem bisa mengganggu kondisi kulit kepala serta kekuatan batang rambut.

Perubahan ketebalan rambut memang dapat memicu kekhawatiran, terutama bila helaian yang lepas terasa lebih banyak dari biasanya. Namun, kerontokan yang berkaitan dengan kondisi panas umumnya bersifat sementara dan tidak selalu berarti kebotakan permanen.

Keringat dan kelembapan dapat mengiritasi kulit kepala

Dokter kulit sekaligus ahli bedah MOHS Michelle Henry menjelaskan bahwa kelembapan dan penumpukan keringat dapat menyumbat folikel rambut. Kondisi tersebut berpotensi memicu iritasi pada kulit kepala, lalu menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut.

Paparan suhu tinggi juga menjadi tekanan tambahan bagi rambut yang sudah rapuh. Sinar matahari terik dan udara panas dapat membuat perawatan rambut serta perlindungan kulit kepala semakin penting ketika banyak beraktivitas di luar ruangan.

Aktivitas berenang untuk meredakan gerah juga perlu diperhatikan. Klorin dan air garam dapat membuat helai rambut lebih rapuh sehingga lebih mudah patah.

Menurut penjelasan yang dikutip lifestyle.kompas.com dari Byrdie, kerontokan terkait panas tidak muncul seketika setelah seseorang berada di bawah suhu tinggi. Rambut dapat mulai rontok beberapa minggu setelah kulit kepala dan helai rambut sering terpapar kondisi tersebut.

Pola kerontokan yang perlu dibedakan

Dokter kulit Brendan Camp menyebut kerontokan rambut atau alopesia terjadi ketika siklus pertumbuhan rambut normal terganggu. Masalah ini dapat muncul perlahan atau mendadak, terutama pada kulit kepala, meski bisa terjadi di bagian tubuh lain.

Jenis kondisiPemicu atau faktor terkaitPola yang disebutkan
Alopesia androgenetikPengaruh hormonal dan genetikPenipisan bertahap, terutama di bagian atas kulit kepala pada wanita
Telogen effluviumKehamilan, menopause, masalah tiroid, atau stres berkepanjanganKerontokan situasional yang dipengaruhi kondisi tertentu

Kasus yang paling sering dijumpai adalah alopesia androgenetik, yaitu kondisi yang membuat rambut menipis secara bertahap. American Academy of Dermatology menyebut kondisi ini memengaruhi puluhan juta orang.

Pada wanita, garis rambut disebut tidak selalu terdampak oleh alopesia androgenetik. Penipisan justru dapat terlihat pada bagian atas kulit kepala karena kombinasi faktor hormonal dan genetik.

Kerontokan juga dapat berkaitan dengan penuaan, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, kondisi medis, kehamilan, pengobatan, serta peristiwa stres yang signifikan. Karena itu, cuaca panas tidak selalu menjadi satu-satunya penjelasan saat rambut mulai menipis.

Dalam kasus yang dipicu kondisi panas, rambut biasanya dapat tumbuh kembali dalam hitungan bulan. Pola ini berbeda dari penipisan progresif yang perlu dinilai lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utamanya.

Langkah mengurangi risiko rambut rapuh saat panas

Menjaga hidrasi tubuh menjadi salah satu langkah dasar saat cuaca sangat panas. Perawatan rambut juga sebaiknya menghindari produk berbahan keras yang berisiko memperparah iritasi kulit kepala.

Dr. Camp menyarankan penggunaan sampo dan kondisioner yang lembut tanpa pewangi, pewarna, maupun sulfat. Pilihan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kulit kepala tetap nyaman dan mengurangi paparan bahan yang dapat memicu iritasi.

Pemakaian alat pijat kulit kepala juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perawatan rutin. Di sisi lain, penggunaan alat penata rambut bersuhu panas perlu dikurangi dan sebaiknya selalu disertai produk pelindung panas.

Sebelum berenang, rambut dapat dibasahi lebih dulu agar batang rambut tidak menyerap terlalu banyak klorin. Mengenakan topi juga dianjurkan untuk membatasi kerusakan akibat faktor lingkungan saat berada di luar ruangan.

Minoxidil oles dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut, tetapi penggunaannya memerlukan waktu. Dr. Camp menyebut produk tersebut perlu digunakan setidaknya tiga hingga empat bulan sebelum terpapar suhu yang sangat panas.

Kapan perlu berkonsultasi

Pemeriksaan ke dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan bila kerontokan tidak mereda meski perawatan sudah dilakukan. Konsultasi juga penting bila keluhan berlangsung lebih dari beberapa bulan atau disertai rasa gatal dan peradangan pada kulit kepala.

Penilaian medis dapat membantu mencari penyebab kerontokan yang mungkin tidak hanya berkaitan dengan cuaca panas. Langkah ini penting agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan faktor pemicu yang mendasarinya.

Terkait