10 Bangunan Berbiaya Fantastis di Dunia yang Kini Terbengkalai, IKN Berpotensi Serupa?

Beberapa proyek konstruksi megah di dunia pernah menghabiskan biaya fantastis, namun berakhir terbengkalai tanpa pemanfaatan maksimal. Kondisi ini menjadi perhatian publik terutama saat menyoroti nasib Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan yang juga tengah memasuki tahap pembangunan dengan investasi mencapai ratusan triliun rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apakah nasib IKN akan mengikuti jejak bangunan-bangunan besar yang mangkrak tersebut?

Contoh Bangunan Megah yang Terbengkalai

  1. Hotel Ryugyong, Korea Utara
    Dibangun sejak 1987 sebagai gedung pencakar langit berbentuk piramida dengan 105 lantai dan kapasitas 3.000 kamar, proyek ini menelan biaya sekitar USD750 miliar (Rp12,6 triliun). Namun, hotel ini tidak pernah selesai dan belum pernah digunakan karena krisis ekonomi akibat jatuhnya Uni Soviet yang mempengaruhi pendukung finansial proyek tersebut.

  2. Sanzhi UFO Houses, Taiwan
    Proyek perumahan berbentuk pod futuristik ini diperkirakan menelan biaya USD90.000 (Rp1,2 miliar) per unit. Namun pembangunan terhenti karena kecelakaan kerja dan membengkaknya biaya, menyebabkan kompleks sekitar 60 bangunan terbengkalai sampai akhirnya dihancurkan pada 2010.

  3. Burj Al Babas, Turki
    Kompleks perumahan bergaya kastil di Mundurnu ini menghabiskan dana lebih dari USD200 juta (Rp3,2 triliun). Resesi ekonomi Turki dan penolakan masyarakat terhadap desain bangunan akhirnya menghentikan proyek yang kemudian jadi “kota hantu”.

  4. Tianducheng, China
    Kota tiruan Paris yang dibangun sejak 2007 ini menghabiskan dana sekitar USD1 miliar (Rp16,3 triliun). Meski lengkap dengan replika Menara Eiffel dan landmark Paris lainnya, kota ini hanya memiliki beberapa ribu penduduk karena akses yang buruk dan letaknya yang jauh, sehingga akhirnya menjadi kota yang sepi.

  5. Wonderland Amusement Park, China
    Direncanakan sebagai taman hiburan terbesar di Asia dengan investasi besar, proyek ini terhenti sejak 1998 akibat perselisihan harga tanah dan kekurangan dana. Kini taman hiburan ini menjadi lokasi terbengkalai yang menyisakan bangunan tak rampung.

  6. Nara Dreamland, Jepang
    Dibuka tahun 1961 dengan konsep menyerupai Disneyland, taman hiburan ini tutup tahun 2006 setelah kepopulerannya menurun, terutama karena dibangunnya Tokyo Disney Resort. Biaya pembangunannya tidak dipublikasikan secara rinci, tetapi nilai jualnya saat disita mencapai USD6 juta (Rp99 miliar).

  7. Sathorn Unique Tower, Thailand
    Pembangunan kondominium mewah ini terhenti di tengah jalan akibat Krisis Keuangan Asia 1997, menghabiskan dana sekitar USD1,5 miliar (Rp25 triliun). Gedung ini kini dikenal sebagai “Ghost Tower”.

  8. Athena Olympic 2004 Venues, Yunani
    Yunani menghabiskan USD11,6 miliar (Rp102 triliun) untuk infrastruktur Olimpiade 2004. Setelah acara selesai, banyak fasilitas olahraga tersebut terabaikan dan terbengkalai karena kurangnya perencanaan pemeliharaan jangka panjang.

  9. Six Flags New Orleans, Louisiana
    Taman hiburan yang pernah megah ini hancur akibat Badai Katrina 2005 dan akhirnya ditutup permanen 2006. Rekonstruksi diperkirakan memerlukan biaya sekitar USD1 miliar (Rp16,3 triliun).

  10. Bali Festival Park, Indonesia
    Dibangun dengan biaya USD100 juta (Rp200 miliar) pada 1990-an, taman hiburan ini sempat jadi destinasi ramai namun ditutup pada 2000 akibat krisis moneter. Kini, bangunan ini menjadi lokasi terbengkalai yang menarik perhatian dari segi budaya dan mistis.

Potensi Nasib IKN: Haruskah Khawatir?

Pembangunan IKN telah mengeluarkan biaya mencapai Rp151 triliun hingga pertengahan 2025, menurut laporan CNN Indonesia. Namun, beberapa proyek di IKN dilaporkan masih belum selesai, bahkan ada yang mundur atau tertunda. Pemblokiran anggaran sementara juga menimbulkan ketidakpastian.

Pengalaman dari proyek-proyek terbengkalai di atas menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang sehat, dan rencana pemeliharaan jangka panjang agar investasi tak menjadi sia-sia. Khusus IKN, mengingat scale dan dana yang sangat besar, keberhasilan megaprojek ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat agar tidak mengalami nasib serupa.

Seiring pembangunan terus berjalan, perhatian publik tetap besar terhadap langkah-langkah konkret untuk mempercepat proses konstruksi dan memastikan keberlanjutan IKN. Masyarakat berharap agar rencana ambisius ini tidak hanya menjadi simbol prestise, namun benar-benar mampu menjadi ibu kota baru yang fungsional dan berkelanjutan.

Para pengamat juga menilai pentingnya transparansi dalam pengelolaan proyek dan keterlibatan investor serta tenaga ahli untuk menghindari risiko pemborosan biaya dan proyek mangkrak. Di tengah berbagai tantangan, IKN tetap menjadi proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Berita Terkait

Back to top button