Pemerintah Singapura kembali menegaskan larangan penggunaan rokok elektrik atau vape di wilayahnya dengan alasan serius terkait keselamatan masyarakat. Perdana Menteri Lawrence Wong secara jelas menyamakan masalah vaping dengan persoalan narkoba dan menyampaikan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan hukum yang lebih tegas terhadap penyalahgunaan dan peredaran vape.
Penanganan yang Diperketat untuk Penjual dan Pengguna Vape
Dalam pidatonya di Rapat Umum Hari Nasional, PM Lawrence Wong menegaskan bahwa selama ini vape diperlakukan serupa dengan produk tembakau biasa, di mana sanksi yang dikenakan biasanya hanya berupa denda. Namun, pemerintah menilai hal tersebut tidak cukup untuk mengatasi risiko kesehatan dan sosial yang semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan generasi muda.
PM Wong menyatakan, “Setiap generasi khawatir tentang pengaruh negatif yang memengaruhi kaum muda mereka. Saat ini, tak seorang pun akan menganggap hal-hal ini berbahaya. Namun, ada risiko baru, dan beberapa di antaranya nyata.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa vape dianggap sebagai ancaman kesehatan yang serius dan perlu tindakan hukum lebih keras.
Pemerintah Singapura berencana memberlakukan hukuman berat seperti penjara bagi mereka yang terbukti menjual vape dengan kandungan zat berbahaya, sebagai langkah pencegahan sekaligus efek jera.
Bahaya Zat Berbahaya dalam Vape: Etomidate dan Risiko Kesehatan
Salah satu alasan kuat pelarangan vape di Singapura adalah karena sebagian besar produk vape yang beredar dicampur dengan zat adiktif dan berbahaya. Salah satu zat berbahaya yang telah menjadi sorotan adalah etomidate, sebuah obat bius yang biasanya digunakan dalam dunia medis untuk induksi anestesi secara cepat.
Menurut laporan dari Singapore Law Watch, antara Januari 2024 hingga Maret 2025, telah terjadi lebih dari 17.900 kasus penangkapan terkait kepemilikan vape. Nilai penyitaan perangkat vape yang disita mencapai sekitar USD 41 juta, angka ini meningkat drastis jika dibandingkan dengan penyitaan vape selama periode lima tahun sebelumnya.
Pengujian acak terhadap lebih dari 100 produk vape menunjukkan bahwa sepertiga di antaranya mengandung etomidate. Zat ini sangat berbahaya apabila terhirup, karena dapat memicu kolaps mendadak, gangguan pernapasan, hingga kematian. PM Wong bahkan menyatakan kekhawatirannya atas kemungkinan munculnya zat yang lebih berbahaya lagi di masa depan.
“Vape itu sendiri hanyalah alat pengantar. Bahaya sebenarnya terletak pada apa yang ada di dalamnya. Saat ini masalahnya adalah etomidate. Di masa depan, bisa jadi obat yang lebih buruk, lebih kuat, dan jauh lebih berbahaya,” tegasnya.
Pengakuan Resmi dan Upaya Legislatif
Sejak 2018, Singapura telah melarang penggunaan vape secara total. Undang-undang yang berlaku menjatuhkan denda maksimum USD 2.000 untuk mereka yang kedapatan memiliki, menggunakan, atau membeli vape ilegal.
Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berupaya memasukkan etomidate ke dalam daftar zat yang dilarang dalam Undang-Undang Penyalahgunaan Narkoba. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat dasar hukum dan memperluas pengawasan terhadap peredaran zat berbahaya tersebut.
Selain penegakan hukum, pemerintah juga berencana melakukan kampanye edukasi publik secara berkesinambungan. Fokus utama kampanye ini adalah memberikan pemahaman kepada generasi muda mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi mengenai risiko kesehatan vaping dan bahaya zat adiktif yang terkandung di dalamnya.
PM Wong menambahkan bahwa akan ada program pengawasan dan rehabilitasi untuk membantu mereka yang sudah kecanduan vape, sehingga mereka dapat terbebas dari ketergantungan dan menjalani hidup sehat.
Vape dan Kesehatan: Risiko Serupa Rokok Tembakau
Selain aspek hukum dan regulasi, risiko kesehatan dari vaping tidak bisa dianggap enteng. Berdasarkan data dari Cleveland Clinic, meski diklaim lebih aman dibanding rokok konvensional, penelitian menunjukkan bahwa vape tetap mengandung nikotin dan bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan peradangan, iritasi pada paru-paru, kerusakan organ, serta kecanduan.
Penanganan ketat oleh pemerintah Singapura sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran dan menjaga kesehatan masyarakat luas. Oleh karena itu, bagi para pengguna vape, terutama kalangan muda, disarankan untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan tersebut demi kesehatan jangka panjang.
Langkah Singapura ini menjadi contoh bagaimana sebuah negara mengambil sikap tegas terhadap produk yang berpotensi membahayakan kesehatan generasi muda dan masyarakat secara umum. Tindakan tersebut juga menjadi peringatan bagi negara lain agar lebih waspada terhadap peredaran vape dan zat berbahaya yang menyertainya.
