Apa Keju Paling Bau di Dunia? Fakta dan Daftar Keju Beraroma Kuat Terpopuler

Keju paling bau di dunia adalah Vieux Boulogne, sebuah keju khas dari Prancis yang terkenal dengan aroma tajam dan kuat yang bisa membuat orang mundur selangkah. Keju ini berasal dari kota pelabuhan Boulogne-sur-Mer di bagian utara Prancis, dekat perbatasan Belgia. Nama Vieux Boulogne telah mengukuhkan dirinya sebagai juara dalam hal bau paling menyengat melalui penelitian Universitas Cranfield di Inggris pada tahun 2004. Dalam riset tersebut, penggunaan alat hidung elektronik menunjukkan bahwa aroma keju ini mengalahkan keju-keju ternama lainnya di dunia.

Keunikan dari Vieux Boulogne terletak pada proses pembuatannya. Keju ini dibuat dari susu sapi segar tanpa melalui proses pasteurisasi. Selama masa pematangan, keju ini rutin dicuci menggunakan bir lokal bernama La Blonde de Flandre. Pencucian dengan bir ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga menghasilkan aroma yang sangat kuat dan khas. Kulit keju berwarna oranye keemasan dengan tekstur sedikit lengket, sementara bagian dalamnya lembut dan bercita rasa creamy.

Meski baunya sangat tajam, rasa Vieux Boulogne ternyata jauh dari yang dibayangkan banyak orang. Keju ini menawarkan cita rasa gurih yang seimbang dengan sensasi creamy yang meleleh di mulut. Rasa manis alami dari susu sapi segar berpadu harmonis dengan sedikit rasa asin yang memberikan kompleksitas rasa. Banyak pecinta keju menggambarkan nikmatnya seperti kombinasi keju lembut dengan roti panggang dan aroma kacang yang ringan. Oleh sebab itu, meskipun aromanya sempat membuat terintimidasi, banyak yang akhirnya jatuh cinta pada rasa keju yang unik ini.

Untuk menikmati Vieux Boulogne secara optimal, keju ini sebaiknya disajikan pada suhu ruang agar teksturnya lebih lembut dan rasa gurihnya semakin terasa. Cara konsumsi yang populer adalah menikmatinya bersama roti baguette hangat disertai segelas anggur merah kering. Kombinasi ini mampu menyeimbangkan aroma tajam dan menonjolkan cita rasa keju. Alternatif lain yang otentik adalah menyantapnya dengan bir lokal yang sama seperti yang digunakan dalam proses pencuciannya, menghasilkan harmoni rasa yang sulit disamai.

Selain roti dan minuman beralkohol, Vieux Boulogne juga cocok dipadukan dengan berbagai makanan pendamping lainnya. Buah-buahan segar seperti apel asam dan buah ara merupakan pasangan klasik yang memberikan sensasi segar dan manis, sehingga bisa mengurangi sensasi rasa berat dari keju. Para pencinta makanan penutup juga sering mengkombinasikan keju ini dengan cokelat hitam. Rasa pahit manis cokelat yang tinggi kualitasnya dapat menghadirkan keseimbangan yang elegan pada intensitas aroma keju yang kuat.

Walaupun memiliki reputasi sebagai keju paling bau di dunia, produksi Vieux Boulogne tidak dilakukan secara massal. Biasanya, keju ini dibuat oleh pengrajin lokal dan sulit ditemukan di supermarket besar. Keberadaannya lebih banyak tersedia di pasar tradisional atau toko keju khusus di Prancis. Selain itu, umur simpan keju ini terbilang singkat, yakni hanya beberapa minggu setelah masa pematangan. Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk segera mengonsumsinya agar mendapatkan pengalaman cita rasa yang maksimal.

Dengan segala keunikannya, Vieux Boulogne bukan hanya keju dengan aroma menyengat, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang sangat dihargai oleh masyarakat Prancis. Keju ini menjadi bukti bahwa sensasi aroma bukan satu-satunya aspek penting dalam mencicipi sebuah keju. Di balik bau yang menusuk dan kontroversial, tersimpan rasa gurih, creamy, dan kaya yang mampu memikat para pecinta kuliner hingga menjadi favorit di tanah asalnya. Bagi pencinta keju yang ingin mencoba sensasi baru, Vieux Boulogne menyajikan pengalaman rasa yang berbeda dan menarik untuk dijelajahi.

Berita Terkait

Back to top button