Fenomena gerhana bulan yang akan terjadi pada 7 September 2025 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana bulan. Salat ini tidak hanya dianggap sebagai ibadah sunnah, melainkan juga sarana memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah SWT melalui pengakuan atas kebesaran-Nya dan pengingat bahwa segala sesuatu di alam semesta berjalan atas izin dan kehendak-Nya.
Salat gerhana bulan memiliki tata cara dan bacaan khusus yang berbeda dari salat sunnah biasa. Melakukan salat ini dengan niat yang benar dan mengikuti langkah-langkah sesuai ajaran agama sangat dianjurkan agar ibadah berjalan khusyuk dan mendapat keberkahan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai bacaan niat, tata cara pelaksanaan, serta hikmah salat gerhana bulan.
Hukum dan Tingkatan Salat Gerhana Bulan
Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam karyanya Nihayatuz Zain, salat khusuf memiliki status sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Meskipun tidak wajib, pelaksanaannya termasuk amal yang sangat mulia dan dianjurkan oleh para ulama. Salat gerhana bulan mempunyai tiga tingkatan:
- Tingkat minimal: salat dua rakaat seperti salat sunnah Zuhur biasa.
- Tingkat pertengahan: setiap rakaat terdiri dari dua kali rukuk dan dua kali sujud.
- Tingkat sempurna: setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat panjang seperti Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, atau Al-Maidah, dengan rukuk dan sujud sesuai panjang bacaan.
Semakin panjang bacaan dan semakin lama rukuk serta sujud, maka ibadah makin sempurna.
Lafal Niat Salat Gerhana Bulan
Sebelum memulai salat, sangat penting melafalkan niat agar ibadah sah dan sesuai syariat. Berikut niat salat gerhana bulan bagi yang melaksanakan sendiri:
- Bahasa Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى - Latin:
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ. - Artinya:
“Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”
Untuk imam atau makmum:
- Bahasa Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى - Latin:
Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imāman/makmūman lillâhi ta‘âlâ. - Artinya:
“Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan
Salat gerhana bulan biasanya dilaksanakan dengan dua rakaat. Perbedaannya dengan salat sunnah lain terletak pada adanya dua kali rukuk dalam setiap rakaat. Berikut langkah-langkah salat gerhana bulan tingkat pertengahan yang umum dilakukan:
- Takbiratul ihram dengan niat salat gerhana bulan.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca ta’awudz, lalu Al-Fatihah.
- Membaca surat panjang (misalnya Surat Al-Baqarah) dengan suara lantang.
- Rukuk pertama dengan durasi cukup lama.
- I’tidal (bangun dari rukuk).
- Membaca Al-Fatihah lagi.
- Membaca surat yang lebih pendek dari sebelumnya.
- Rukuk kedua dengan durasi lebih singkat.
- I’tidal kembali.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan ulangi langkah di atas dengan surat yang lebih pendek.
- Tutup dengan tasyahud akhir dan salam.
Untuk surat yang dibaca secara berurutan sesuai anjuran, dapat menggunakan:
- Rakaat pertama: Surat Al-Baqarah dan Ali Imran.
- Rakaat kedua: Surat An-Nisa dan Al-Maidah.
Jika tidak mampu membaca surat panjang, diperbolehkan membaca surat yang lebih pendek sesuai kemampuan.
Pelaksanaan dan Hikmah Salat Gerhana Bulan
Salat gerhana bulan bisa dikerjakan berjamaah atau sendiri. Dalam salat berjamaah, imam dianjurkan membaca surat dengan suara lantang. Setelah selesai salat dan salam, imam biasanya menyampaikan khutbah atau tausiyah yang mengajarkan tentang pentingnya istighfar, memperkuat ketakwaan, tobat, sedekah, dan amal sosial.
Rasulullah SAW dulu menyarankan memerdekakan budak sebagai bentuk kepedulian sosial saat momen gerhana. Kini, makna tersebut bisa dikembangkan sebagai perhatian terhadap kelompok marjinal dan membantu sesama.
Beberapa hikmah salat gerhana bulan antara lain:
- Memupuk rasa takut dan kagum terhadap kebesaran Allah SWT.
- Menyadarkan bahwa peristiwa alam adalah tanda kekuasaan Allah, bukan semata hal ilmiah.
- Melatih kesabaran melalui bacaan yang panjang dan rukuk serta sujud yang lama.
- Mendorong umat untuk memperbanyak doa, istighfar, dan berbagai amal kebaikan.
Panduan ini diharapkan membantu umat Islam menjalankan salat gerhana bulan 7 September 2025 dengan benar dan penuh khusyuk sebagai wujud penghambaan dan syukur kepada Allah SWT. Melaksanakan salat ini tidak hanya memenuhi sunnah Rasulullah, tapi juga mempertebal keimanan serta ketakwaan.





