Si Pencari Muka di Kantor: Taktik Penjilat Agar Terlihat Hebat di Depan Bos

Di lingkungan kantor, seringkali kita menemukan rekan kerja yang tampak sibuk hanya saat bos lewat, tanpa menunjukkan produktivitas nyata. Ada juga mereka yang selalu menyetujui segala ide atasan, meski ide tersebut kurang logis atau tidak sesuai kenyataan. Bahkan, beberapa dari mereka tidak segan menyalahkan kolega lain atau mengambil kredit atas pekerjaan yang bukan miliknya. Fenomena ini dikenal sebagai perilaku penjilat, atau dalam psikologi disebut sycophant.

Penjilat di tempat kerja menggunakan berbagai taktik untuk terlihat hebat di depan atasan, mulai dari sanjungan berlebihan hingga manipulasi sosial demi keuntungan pribadi. Meski bisa dianggap sebagai trik sederhana, dampak perilaku ini cukup serius dan merusak lingkungan kerja. Menurut Deborah Parker, Ph.D., dan Mark Parker, Ph.D., penulis dari Psychology Today, perilaku penjilat memalsukan hubungan interpersonal dan menurunkan integritas komunitas di tempat kerja.

Taktik Umum yang Digunakan Penjilat di Kantor

  1. Pura-Pura Sibuk Saat Bos Lewat
    Penjilat sering kali sengaja menunjukkan kesibukan berlebihan saat atasan hadir agar tampak berdedikasi. Namun, hal ini hanya ilusi karena produktivitas sejati tidak dapat diukur dari sekadar kepura-puraan.

  2. Selalu Setuju dengan Ide Atasan
    Dalam istilah psikologi disebut opinion conformity, yakni perilaku menyetujui semua yang dikatakan bos tanpa keberanian mengemukakan pendapat berbeda. Mereka takut dianggap tidak loyal jika mengkritik.

  3. Menyalahkan Rekan Kerja dan Mengambil Kredit
    Beberapa penjilat bahkan rela menjatuhkan orang lain. Mereka mungkin mengklaim ide rekan sebagai milik mereka sendiri atau menyalahkan tim saat terjadi masalah. Sifat ini berkaitan dengan Machiavellianism, yakni manipulasi demi tujuan pribadi.

  4. Sanjungan Berlebihan
    Menurut Benjamin Rogers, peneliti dari Journal of Personality and Social Psychology, sanjungan adalah cara paling efektif untuk memengaruhi atasan. Dengan pujian yang terus-menerus, penjilat dapat membuat bos percaya dan mengabaikan kinerja sebenarnya dari pegawai lain.

Ramani Durvasula, profesor psikologi di UCLA, menjelaskan bahwa dorongan mendapatkan pujian bisa bersifat adiktif. Orang yang memiliki rasa percaya diri rendah cenderung mencari validasi eksternal melalui sanjungan. Sementara itu, sebagian lainnya menggunakan cara ini sebagai strategi cepat menaikkan karier.

Dampak Negatif Perilaku Penjilat

Perilaku penjilat tidak hanya merugikan individu, tetapi juga tim dan organisasi secara keseluruhan. Berikut beberapa dampaknya:

  • Menurunnya Kepercayaan dalam Tim
    Rekan kerja merasa tidak diperlakukan adil dan suasana menjadi penuh dengan kecurigaan.

  • Penghargaan Tidak Adil bagi Individu
    Karyawan kompeten bisa kehilangan apresiasi karena bos lebih terkesan pada penjilat yang pintar cari muka.

  • Keputusan Organisasi Terkotori
    Atasan menjadi sulit menerima kritik konstruktif sehingga keputusan yang diambil berisiko keliru dan produktivitas menurun.

Menurut majalah HR HCAMag, jika perilaku ini dibiarkan terus-menerus, budaya kerja akan menjadi rapuh dan dipenuhi favoritisme serta manipulasi.

Strategi Menghadapi Rekan Kerja Penjilat

  1. Tetap Obyektif
    Hadapi penjilat dengan data dan hasil kerja yang kuat tanpa terbawa emosi.

  2. Bangun Kredibilitas Sendiri
    Catat dan dokumentasikan pencapaian agar terhindar dari klaim tidak benar.

  3. Perkuat Hubungan dengan Kolega Lain
    Aliansi positif di kantor membuat penjilat sulit mengisolasi Anda.

  4. Waspada bagi Pemimpin
    Manajer perlu fokus pada hasil nyata dan mendorong transparansi, bukan terbawa pujian kosong.

Memahami pola perilaku penjilat dan strategi menghadapi mereka penting untuk menjaga integritas dan produktivitas lingkungan kerja. Dengan pendekatan yang tepat, Anda dan tim dapat mengurangi pengaruh negatif penjilat dan membangun suasana kerja yang sehat dan profesional.

Berita Terkait

Back to top button