Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan kabinet pada Senin, 8 September 2025, mengejutkan banyak pihak. Salah satu sorotan utama jatuh pada pencopotan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam). Mantan Menko Polkam, Mahfud MD, secara khusus mengaku terkejut dengan keputusan ini, mengingat rekam jejak dan peran penting Budi Gunawan dalam sejumlah posisi strategis sebelumnya.
Mahfud MD menilai alasan yang banyak beredar, seperti minimnya penampilan Budi Gunawan saat kerusuhan yang menyebar di beberapa daerah baru-baru ini, kurang mampu menjelaskan kebijakan tersebut secara utuh. Ia menduga ada pertimbangan politik yang lebih kompleks di balik perombakan ini, mengingat latar belakang Budi yang berasal dari dunia intelijen menjadikan ketidakhadiran di publik sebenarnya hal yang biasa.
Rekam Jejak Budi Gunawan dalam Karier Kepolisian dan Intelijen
Budi Gunawan lahir di Surakarta pada 11 Desember 1959 dan merupakan sosok yang cukup dikenal di bidang politik dan keamanan nasional. Dia meniti karier dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1983, lalu terus mengasah kapabilitasnya dengan memperoleh gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Trisakti pada 2018 dengan predikat summa cum laude.
Karier profesional Budi Gunawan sarat dengan jabatan-jabatan penting:
-
Ajudan Presiden dan Wakil Presiden
Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri pada 1999-2001, kemudian dipercaya sebagai ajudan Presiden Republik Indonesia sampai tahun 2004. Kedekatan ini sempat menjadi sorotan publik dan dinilai berdampak besar terhadap perjalanan kariernya. -
Posisi Strategis di Polri
Berbagai posisi kunci yang pernah diembannya antara lain Kapolda Jambi, Kapolda Bali, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdikpol), dan akhirnya Wakapolri pada 2015-2016. -
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
Menjabat selama delapan tahun sejak 2016 hingga 2024, Budi Gunawan membawa perubahan signifikan di lembaga intelijen Indonesia dengan pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada prinsip hukum. Selama masa pandemi COVID-19, BIN di bawah kepemimpinannya aktif dalam berbagai program kemanusiaan dan penanganan krisis. - Menko Polkam
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo mengangkat Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Namun masa jabatan ini berlangsung kurang dari satu tahun sebelum akhirnya diganti dalam reshuffle kabinet.
Pertimbangan di Balik Pencopotan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pencopotan Budi Gunawan tidak terkait langsung dengan insiden kerusuhan yang terjadi akhir Agustus 2025. Menurutnya, pergantian ini merupakan bagian dari upaya menyegarkan dan meningkatkan efektivitas kerja kabinet Presiden Prabowo. Pernyataan ini menjadi kunci untuk memahami bahwa dinamika politik dan strategi kabinet kemungkinan menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan tersebut.
Mahfud MD sendiri mengemukakan bahwa dalam dunia intelijen, peran seorang tokoh seperti Budi Gunawan tidak selalu tampak jelas di ranah publik. Banyak strategi dan koordinasi yang berlangsung di belakang layar mestinya menjadi alasan yang wajar ketika kehadirannya di ruang publik terlihat terbatas. Hal ini kontras dengan posisi Menko Polkam yang biasanya lebih sering tampil sebagai figur publik dalam mengelola isu politik dan keamanan.
Dinamika Politik Kerap Memengaruhi Susunan Kabinet
Perombakan kabinet menjadi alat politik yang umum dipakai Presiden untuk menyesuaikan konfigurasi pemerintahan dengan tuntutan internal dan eksternal. Dalam konteks ini, penggantian Budi Gunawan dapat dipandang sebagai langkah strategis Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan baru, khususnya menyikapi situasi keamanan dan politik yang dinamis.
Budi Gunawan sendiri selama ini dikenal sebagai figur yang dekat dengan lingkaran elite pemerintahan dan memiliki jaringan luas di instansi keamanan. Karier cemerlang dari ajudan presiden, pejabat tinggi Polri, hingga pucuk pimpinan intelijen menunjukkan kualitas dan pengalamannya yang dalam bidang keamanan nasional.
Ke depan, pengamat politik dan keamanan nasional akan terus memantau bagaimana perubahan posisi Budi Gunawan berpengaruh pada stabilitas politik dan efektivitas pengelolaan keamanan Indonesia. Selain itu, langkah Presiden Prabowo dalam menata kabinet tetap menjadi sorotan mengingat pentingnya koordinasi yang solid di sektor politik, hukum, dan keamanan untuk mewujudkan pemerintahan yang tangguh.





