
Memiliki teman kerja yang bersikap toxic dapat mengganggu suasana hati serta menurunkan produktivitas dalam pekerjaan. Sifat toxic ini umumnya muncul akibat luka batin yang belum sembuh, sehingga perilaku negatifnya kerap dirasakan mengganggu lingkungan kerja. Ciri-ciri teman kerja yang toxic beragam, mulai dari sering mengeluh, mengadu domba, menjatuhkan orang lain, mengkritik tanpa solusi, lepas tanggung jawab, hingga membuli rekan kerja.
Menghadapi kondisi demikian memerlukan strategi khusus agar tidak terpengaruh dan tetap produktif. Berdasarkan panduan dari Harvard Business Review dan sumber terpercaya lainnya, berikut lima cara efektif untuk menghadapi teman kerja yang toxic.
1. Menjaga Jarak
Saat rasa hormat atau respect sudah berkurang, menjaga jarak emosional dengan teman kerja yang toxic bisa menjadi langkah pertama. Batasi intensitas interaksi agar sifat negatifnya tidak menyerap ke dalam kesehatan mental dan suasana hati. Kita tidak harus mengabaikan mereka secara total, namun menyesuaikan batas pergaulan demi menjaga keseimbangan emosi.
2. Menegur Secara Langsung
Seringkali orang dengan perilaku toxic tidak menyadari dampak perbuatannya. Oleh sebab itu, menegur secara langsung dan sopan ketika mereka mulai merugikan merupakan upaya yang diperlukan. Jika kebiasaan buruk ini terus dibiarkan tanpa koreksi, mereka cenderung berperilaku semaunya. Teguran yang tepat bisa membuat mereka mulai refleksi terhadap tindakan mereka.
3. Berbicara dengan Nada Tegas dan To The Point
Mengubah gaya komunikasi juga efektif untuk menghadapi sikap toxic. Saat biasanya bercanda, kali ini cobalah berbicara dengan nada tegas dan langsung ke inti masalah (to the point). Misalnya memberikan instruksi singkat dan jelas, seperti “Tolong kirimkan laporan ini ke email-ku, ya. Terima kasih.” Sikap tegas ini dapat mengurangi perilaku merendahkan atau manipulatif yang dilakukan.
4. Kontrol Emosi dengan Baik
Emosi sangat mudah terpancing oleh sikap toxic. Agar tidak merugikan kinerja, penting untuk tetap mengendalikan emosi. Teknik sederhana seperti menarik napas dalam-dalam, menghitung sampai tiga saat mengembuskan napas, dan minum air dapat membantu meredakan ketegangan. Memilih mendengarkan ucapan positif dan memilah informasi membantu menjaga aura mental agar tetap positif dan fokus.
5. Sampaikan pada Atasan atau HRD
Jika upaya personal sudah dilakukan namun perilaku toxic tetap berlanjut, jangan ragu melaporkan kejadian ini kepada atasan atau bagian Human Resource Development (HRD). Siapkan bukti dan ajak beberapa rekan kerja yang mengalami atau menyaksikan hal serupa agar laporan lebih kuat dan valid. Langkah ini demi menjaga suasana kerja kondusif dan profesional.
Tidak mudah untuk menghadapi teman kerja yang toxic, karena perilaku mereka bisa sangat merugikan suasana kerja dan kesehatan mental. Namun dengan langkah yang tepat, mulai dari menjaga jarak, menegur dengan benar, berbicara tegas, mengendalikan emosi, hingga melaporkan kepada pihak berwenang, kita dapat meminimalkan dampak negatifnya. Kebijakan tegas semacam ini juga diperlukan agar lingkungan kerja tetap nyaman dan produktif bagi semua pihak.





