Istri Wakil Presiden Selvi Ananda kembali menjadi sorotan publik karena gaya berpakaiannya yang mewah namun tetap terlihat sederhana. Terbaru, perhatian tertuju pada sepatu yang dikenakannya, yaitu model Summer Charms Walk Loafer dari brand Loro Piana dengan harga mencapai Rp17.699.972. Sepatu tersebut tampil tersembunyi di balik kulot merah yang dipakainya, menunjukkan cara Selvi melakukan flexing secara halus tanpa berlebihan.
Fenomena gaya mewah ini memicu beragam respons di kalangan netizen. Mereka mengamati bagaimana Selvi menampilkan kemewahan dalam busana dengan cara yang lebih tertutup dan elegan. Meski demikian, cara ini tetap membuatnya mendapat sorotan karena harga sepatu yang setara dengan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa di beberapa perguruan tinggi. Praktik ini dinilai sebagai bentuk gaya pamer terselubung yang mengundang perbincangan di media sosial dan platform berita.
Gaya Mewah Zita Anjani dan Sindiran "Money Can’t Buy Class"
Tak kalah menarik, sosok Zita Anjani juga menjadi perbincangan hangat setelah mendapat sindiran melalui akun Instagram fashion @cabinetcouture_idn. Di sebuah foto yang beredar, Zita mengenakan satu set pakaian dengan warna hijau dipadu dengan tas hitam dari merek Roger Vivier yang diperkirakan bernilai sekitar Rp60 juta. Meskipun menampilkan atribut fashion bertaraf luxury, Zita justru dikritik dengan komentar "money can’t buy class" atau uang tak dapat membeli kelas.
Sindiran tersebut muncul sebagai respons publik terhadap gaya glamor yang dipamerkan Zita, terutama setelah membatalkan kehadiran dalam sebuah seminar di Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melibatkan kalangan akademisi dan mahasiswa. Insiden pembatalan mendadak ini menimbulkan emosi dan kekecewaan dari panitia hingga dosen, sekaligus menguatkan narasi bahwa penampilan mewah tidak selalu mencerminkan kualitas pribadi atau sikap yang dihormati dalam lingkungan akademik.
Respons Masyarakat terhadap Gaya Hidup Publik Figur
Kasus Selvi Ananda dan Zita Anjani menunjukkan betapa publik figur dengan gaya hidup glamor sangat akrab dengan sorotan kritis. Flexing atau pamer dengan cara halus maupun gamblang kerap menimbulkan pujian sekaligus kontroversi. Masyarakat terutama pengguna media sosial kerap memperdebatkan apakah kemewahan semacam itu dapat diterima oleh publik atau justru memperlebar jurang sosial.
Dalam beberapa kesempatan, muncul pandangan bahwa kekayaan dan barang mewah memang sah dimiliki oleh siapa saja, terutama tokoh publik yang memiliki sumber daya finansial memadai. Namun di sisi lain, ada tuntutan agar gaya hidup tersebut diapresiasi dengan sikap elegan dan tidak menimbulkan prasangka negatif. Ungkapan "money can’t buy class" yang sempat dialamatkan ke Zita menjadi refleksi bahwa kelas dan kualitas seseorang juga diukur dari sikap, etika, dan kontribusinya dalam masyarakat.
Data Harga dan Merek Sepatu serta Tas Mewah
Sepatu Selvi Ananda
- Merek: Loro Piana
- Model: Summer Charms Walk Loafer
- Harga: Rp17.699.972
- Tas Zita Anjani
- Merek: Roger Vivier
- Estimasi harga: Sekitar Rp60 juta
Harga barang tersebut menjadi perhatian karena bisa dibandingkan dengan kebutuhan penting lain seperti biaya pendidikan, menambah warna diskusi tentang penggunaan uang untuk kebutuhan pribadi versus sosial.
Tinjauan dari Perspektif Akademisi dan Media
Kritikan terhadap gaya hidup mewah ini juga mendapat sorotan dari kalangan akademisi dan media, terutama ketika berhubungan dengan kegiatan resmi seperti seminar kampus yang mengedepankan nilai-nilai intelektual. Penolakan atau kekecewaan panitia saat Zita Anjani membatalkan kehadiran dianggap sebagai cerminan adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi peserta dengan gaya hidup glamor yang dipertontonkan.
Selain itu, artikel-artikel populer lain seperti profil Fitria Yusuf, anak Jusuf Hamka yang diperiksa Kejaksaan Agung, juga menunjukkan bagaimana publik figur selalu di bawah pengawasan ketat mulai dari gaya hidup hingga keterlibatan hukum dan sosial.
Penting bagi selebritas maupun tokoh publik untuk memiliki kesadaran penuh dalam mengelola citra dan gaya hidup agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Kepekaan terhadap konteks sosial dan budaya akan membantu menghindarkan mereka dari kontroversi sekaligus menjaga reputasi di mata publik.
Dalam dinamika media sosial dan berita, topik gaya hidup glamor seperti yang dialami Selvi Ananda dan Zita Anjani akan terus menjadi magnet perhatian publik. Baik dari segi estetika maupun nilai sosial, pembahasan ini mengingatkan bahwa kemewahan harus dibarengi dengan sikap mendidik dan inspiratif demi keseimbangan persepsi positif dari masyarakat.







