5 Makanan Pantangan Penderita Asam Urat yang Wajib Dihindari, Cegah Serangan Nyeri!

Asam urat sering menimbulkan rasa nyeri yang amat mengganggu pada persendian, terutama di jari tangan, lutut, jari kaki, dan pergelangan kaki. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang berusia di atas 30 tahun dan dapat berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Agar rasa nyeri tidak semakin parah dan mencegah kambuhnya asam urat, penting untuk menghindari beberapa jenis makanan yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Purin adalah senyawa yang akan dipecah menjadi asam urat di dalam tubuh. Konsumsi makanan tinggi purin berpotensi menyebabkan penumpukan asam urat yang memicu serangan asam urat atau gout. Berikut ini lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat.

1. Asparagus
Meskipun asparagus adalah sayuran bergizi yang rendah kalori dan kaya serat, asparagus mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Menurut CNN Indonesia, penderita asam urat disarankan membatasi konsumsi asparagus tidak lebih dari 40 gram dalam seminggu. Sebagai alternatif, sayuran seperti okra atau daun bawang bisa menjadi pilihan karena kandungan purinnya lebih rendah.

2. Kembang Kol
Kembang kol juga mengandung purin dalam kadar tinggi. Konsumsi kembang kol yang berlebihan dapat memicu serangan asam urat yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada persendian. Batasi konsumsi kembang kol maksimal 50 gram per minggu guna menjaga kestabilan kadar asam urat.

3. Makanan Laut
Makanan laut seperti haring, makarel, kerang, udang, dan trout memiliki kandungan purin yang tinggi sehingga sering dianjurkan untuk dibatasi oleh penderita asam urat. Beberapa jenis ikan seperti kod, salmon, kakap, tuna, dan karper boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil meskipun tetap perlu diwaspadai karena kandungan purinnya juga cukup tinggi. Sebagaimana diinformasikan detikJogja, meski ikan salmon dan tuna kaya omega-3, mereka tetap harus dikonsumsi secara terbatas.

4. Makanan Olahan
Makanan olahan umumnya mengandung bahan-bahan seperti karbohidrat buatan, lemak jenuh, natrium tinggi, pengawet, dan gula buatan yang dapat memicu peningkatan purin dalam tubuh. Contohnya pizza, makanan cepat saji, dan makanan beku. Konsumsi berlebihan jenis makanan ini berpeluang menyebabkan serangan asam urat lebih sering terjadi.

5. Daging Merah
Daging merah, termasuk sapi, domba, kambing, babi, dan produk olahannya, merupakan sumber purin yang signifikan. Baik bagian otot maupun organ dari daging merah tidak dianjurkan bagi penderita asam urat. Para ahli menyarankan mengganti protein hewani dari daging merah dengan protein nabati untuk mengurangi risiko kambuhnya asam urat.

Menerapkan pola makan yang membatasi kelima jenis makanan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan persendian dan mengurangi risiko serangan asam urat. Memilih alternatif makanan rendah purin dan mengonsumsi sayuran hijau yang lebih aman akan berkontribusi pada pengendalian penyakit ini.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan gaya hidup sehat secara keseluruhan, seperti menjaga berat badan ideal, cukup minum air putih, dan rutin berolahraga. Langkah-langkah tersebut penting untuk mendukung pengelolaan asam urat secara optimal dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Terkait