Hei Wanita, Waspada! Ini Penyebab Nyeri Kaki Malam Hari yang Sering Diabaikan Banyak Orang

Nyeri kaki yang terasa terutama pada malam hari sering diabaikan oleh banyak wanita karena dianggap sebagai hal biasa akibat lelah atau aktivitas sehari-hari. Namun, nyeri ini bisa menjadi tanda awal adanya masalah pembuluh darah, seperti varises, yang jika dibiarkan berisiko menimbulkan komplikasi serius dan mengganggu kualitas hidup. Penting bagi wanita untuk tidak mengabaikan keluhan tersebut karena nyeri kaki malam hari bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada sirkulasi darah di kaki.

Varises bukan hanya masalah kosmetik yang membuat pembuluh darah tampak menonjol berwarna kebiruan. Menurut Dr. Pankaj Sharma, Direktur Departemen Bedah Umum di Fortis Hospital Shalimar Bagh, varises adalah gejala dari insufisiensi vena, yaitu ketika katup pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik sehingga darah mengalami penumpukan dan tekanan berlebih di pembuluh kaki. Kondisi ini menyebabkan rasa berat, nyeri berdenyut, dan pembengkakan yang biasanya muncul di malam hari dan semakin terasa jika tidak ditangani dengan benar.

Mengapa Wanita Lebih Rentan?

Wanita memiliki risiko varises lebih tinggi dibanding pria akibat berbagai faktor biologis dan gaya hidup. Perubahan hormon selama kehamilan, penggunaan kontrasepsi oral, hingga menopause dapat melemahkan elastisitas dinding pembuluh darah. Ditambah dengan kebiasaan berdiri lama sewaktu bekerja atau merawat keluarga, serta masalah obesitas akibat aktivitas fisik yang minim, meningkatkan kerentanan wanita terhadap gangguan pembuluh darah ini.

Dr. Sharma menyatakan bahwa banyak pasien wanita berusia 30-40 tahun sering mengeluhkan kaki yang terasa berat dan nyeri di malam hari. Namun, mereka cenderung menyepelekan gejala tersebut sebagai akibat kelelahan biasa dan menunda pemeriksaan medis, sehingga kondisinya semakin memburuk seiring waktu.

Gejala Varises yang Tidak Boleh Diabaikan

Selain tampilan pembuluh darah berkelok-kelok di permukaan kulit, tanda lain yang penting untuk diwaspadai meliputi:

  1. Rasa terbakar atau nyeri berdenyut di kaki terutama saat malam hari
  2. Pembengkakan di area pergelangan kaki dan sekitarnya
  3. Kaki terasa gelisah atau sering mengalami kram
  4. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau kering di sekitar pergelangan kaki
  5. Luka atau ulkus pada kaki di kasus yang sudah parah

Dr. Sharma menekankan bahwa varises yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi insufisiensi vena kronis, menyebabkan infeksi kulit, bahkan risiko trombosis vena dalam yang mengancam keselamatan.

Pengelolaan dan Pereda Gejala Melalui Gaya Hidup

Penanganan awal varises biasanya melibatkan perubahan gaya hidup sehat. Menjaga berat badan ideal, rutin melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau berenang, serta menghindari posisi duduk atau berdiri terlalu lama sangat membantu memperbaiki aliran darah. Cara sederhana seperti meregangkan kaki saat duduk lama, dan menghindari penggunaan sepatu hak tinggi secara berlebihan, juga direkomendasikan oleh Dr. Sharma.

Penggunaan stoking kompresi menjadi salah satu alternatif non-bedah untuk mendukung sirkulasi dan mengurangi rasa nyeri di kaki.

Pilihan Bedah Minimal Invasif

Jika keluhan tidak membaik dengan perawatan konservatif, metode bedah minimal invasif seperti Laser Radiofrequency Ablation (RFA) menjadi solusi efektif. Teknik ini menggunakan energi gelombang radio untuk menutup pembuluh darah yang rusak, sehingga pembuluh tersebut diserap tubuh tanpa perlu pembedahan besar.

Keunggulan metode ini adalah risiko luka kecil, rasa sakit minimal, serta pemulihan cepat yang sangat sesuai dengan kebutuhan wanita aktif, baik pekerja maupun ibu rumah tangga.

Menghilangkan Stigma dan Pentingnya Kesadaran Dini

Salah satu hambatan terbesar dalam penanganan varises adalah anggapan bahwa kondisi ini hanya masalah kosmetik. Padahal, pengabaian gejala dapat memperburuk kondisi dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan.

Dr. Sharma mengingatkan bahwa nyeri dan pembuluh darah yang tampak adalah sinyal tubuh memerlukan perhatian medis segera. Deteksi dan penanganan dini tidak hanya mencegah komplikasi serius tetapi juga membantu wanita menjaga kenyamanan dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dengan kemajuan teknologi medis dan pendekatan gaya hidup sehat, wanita tidak perlu lagi menanggung nyeri kaki berkepanjangan. Melakukan pemeriksaan dan konsultasi sejak gejala awal muncul akan mengoptimalkan hasil pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.

Source: lifestyle.viva.co.id

Terkait