Isu perselingkuhan Julia Prastini atau yang akrab disapa Jule tengah ramai diperbincangkan setelah sejumlah foto yang diduga dirinya bersama pria lain viral di media sosial. Foto-foto tersebut menimbulkan spekulasi soal kesetiaan Jule yang selama ini dianggap menjalani rumah tangga harmonis bersama suaminya, Na Daehoon, seorang warga negara Korea. Peristiwa ini memicu pertanyaan penting di kalangan masyarakat khususnya umat Islam, yaitu apakah istri yang berselingkuh harus langsung diceraikan menurut ajaran Islam?
Dalam konteks Islam, perselingkuhan memang dianggap sebagai pelanggaran serius dalam rumah tangga. Namun, menurut penjelasan Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, kasus perselingkuhan baik dilakukan oleh istri maupun suami dapat disikapi dengan dua pilihan, yaitu mendidik pasangan atau mengambil jalan perceraian. Buya Yahya menegaskan bahwa pilihan mendidik jauh lebih utama dibandingkan bercerai jika pasangan masih mampu memperbaiki hubungan. Beliau mengatakan, “Selingkuh itu kepleset mungkin,” yang mengandung makna bahwa kesalahan tersebut bisa jadi adalah sebuah kekhilafan yang perlu diberi kesempatan untuk diperbaiki.
Sikap Islam terhadap Perselingkuhan dan Perceraian
Buya Yahya menjelaskan lebih lanjut bahwa Islam sangat menganjurkan membawa seseorang kepada kebaikan. Oleh karena itu, saat memutuskan untuk mendidik pasangan yang bersalah, penting sekali untuk tidak terus-menerus mengungkit kesalahan masa lalu meskipun masih ada rasa sakit hati. Dalam hal ini, peran pasangan adalah memberikan keridaan dan membantu pasangan tersebut agar dapat bertaubat dengan sungguh-sungguh. Namun, jika usaha mendidik tidak berhasil dan rasa sakit hati berkepanjangan terus ada, maka perceraian menjadi jalan yang lebih baik untuk menghindarkan kedua belah pihak dari kemudaratan.
Ketika memilih bercerai, Buya Yahya menekankan untuk tetap menjaga sikap mulia, yaitu berpisah tanpa menyebarkan aib maupun kejelekan pasangan. Ini penting demi menjaga rasa saling menghargai dan menjaga hubungan baik, terutama bila sudah dikaruniai anak. Dengan cara ini, meskipun rumah tangga berakhir, hubungan antara mantan pasangan tetap bisa terjaga demi kepentingan anak-anak.
Latar Belakang Rumah Tangga Julia Prastini dan Na Daehoon
Kisah rumah tangga Julia dan Na Daehoon selama ini dikenal harmonis dan dicitrakan seperti cerita drama Korea. Mereka menikah sejak tahun 2021 dalam acara sederhana dengan teman dekat sebagai tamu. Kehidupan mereka semakin lengkap dengan hadirnya tiga anak yaitu Na Junho, Na Eunho, dan Na Jena. Banyak momen hangat keluarga yang dibagikan Jule di media sosial seperti liburan ke pantai, saat Lebaran, hingga perayaan ulang tahun bersama kue tart, menggambarkan kesiapan dan keharmonisan mereka menjalani pernikahan dengan perbedaan budaya yang cukup signifikan.
Sebelum terkenal, Julia yang awalnya merupakan penganut Kristen Protestan taat, memutuskan menjadi mualaf di usia 9 tahun dengan dorongan spiritual kuat, kendati sempat ada penolakan di awal saat ibunya yang juga seorang mualaf mengajaknya untuk memeluk Islam. Perubahan agama ini turut menjadi salah satu sorotan publik yang menandai perjalanan hidupnya.
Dampak Viralnya Dugaan Perselingkuhan terhadap Publik
Kasus dugaan perselingkuhan ini menjadi perbincangan hangat tak hanya di kalangan netizen Indonesia, tetapi juga menjadi sorotan media terutama karena kisah rumah tangga Jule dinilai sebagai salah satu contoh harmonisasi perbedaan budaya. Akun gosip di Instagram seperti @lambegosiip yang mengunggah foto-foto viral turut memicu reaksi beragam dalam masyarakat. Foto yang memperlihatkan Jule dan pria bukan suaminya berinteraksi mesra di kamar dan mobil menimbulkan tanda tanya dan spekulasi yang luas.
Di tengah situasi ini, penting bagi masyarakat untuk tidak langsung menjatuhkan vonis tanpa adanya klarifikasi resmi dari pihak Jule maupun suaminya. Prinsip Islam juga mengajarkan agar berhati-hati dalam menuduh dan menyebarkan fitnah, demi menjaga kehormatan setiap individu.
Isu perselingkuhan Jule menjadi momentum bagi umat Islam untuk menelaah lebih dalam bagaimana sebaiknya sikap menghadapi konflik rumah tangga sesuai syariat Islam. Pendidikan dan memperbaiki hubungan tetap menjadi upaya utama sebelum memutuskan langkah drastis seperti perceraian, terutama bila rumah tangga tersebut sudah dikaruniai anak dan masih memungkinkan untuk diselamatkan secara emosional dan spiritual.
Source: www.suara.com





