Hari Ayah Nasional dan Internasional Diperingati Berbeda, Ini Sejarah dan Maknanya

Shopee Flash Sale

Hari Ayah diperingati di berbagai negara dengan tanggal yang berbeda, termasuk Indonesia. Di Indonesia, Hari Ayah Nasional dirayakan setiap 12 November. Penetapan tanggal ini berawal dari inisiatif Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) sejak tahun 2006.

PPIP melihat bahwa perhatian pada Hari Ibu jauh lebih besar, sehingga mereka mengusulkan adanya hari khusus untuk ayah. Deklarasi awal dilakukan di Solo, Jawa Tengah, dengan tujuan mengapresiasi peran ayah dalam keluarga dan masyarakat. Makna utama Hari Ayah Nasional adalah untuk menghargai peran ayah sebagai pelindung, pembimbing, dan pendamping keluarga.

Berbeda dengan Indonesia, Hari Ayah Internasional tidak memiliki tanggal tunggal. Banyak negara merayakannya pada Minggu ketiga bulan Juni. Misalnya, pada tahun 2025, Hari Ayah Internasional akan jatuh pada 15 Juni di banyak negara.

Namun, beberapa negara punya tanggal khusus lain, contohnya Italia, Spanyol, dan Portugal merayakannya pada 19 Maret, bertepatan dengan hari St Joseph. Sedangkan Australia dan Selandia Baru memiliki perayaan di Minggu pertama bulan September. Tradisi peringatan ini berakar dari Amerika Serikat.

Sejarah Hari Ayah Internasional di AS bermula dari Sonora Smart Dodd pada tahun 1910. Ia ingin memberikan penghormatan untuk ayahnya, seorang veteran perang yang membesarkan enam anak sendirian. Presiden Lyndon B. Johnson menetapkan hari ini melalui proklamasi pada 1966 dan secara resmi menjadi hari nasional pada 1972 oleh Presiden Richard Nixon.

Hari Ayah, baik di tingkat nasional maupun internasional, fokus pada penghargaan atas peran ayah dalam perkembangan anak dan kehidupan keluarga. Perayaan tersebut bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat pentingnya kehadiran dan peran aktif ayah yang sehat dan bijaksana.

Di Indonesia, meskipun Hari Ayah Nasional jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun, yaitu 12 November, perayaan ini belum menjadi hari libur nasional. Namun, pengakuan dan partisipasi publik terhadap hari tersebut terus berkembang. Ini menunjukkan potensi untuk memperluas kesadaran tentang pentingnya fungsi ayah dalam keluarga.

Untuk merayakan Hari Ayah, masyarakat dapat memilih berbagai cara yang bermakna. Misalnya dengan memberi penghargaan secara langsung, memberikan hadiah, atau meluangkan waktu bersama keluarga. Perayaan ini harus menjadi momen refleksi atas peran ayah, bukan sekadar ritual formalitas.

Pemahaman tentang perbedaan Hari Ayah Nasional dan Internasional juga membantu dalam menghargai keberagaman budaya setiap negara. Hal ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap ayah bersifat universal, meskipun cara dan waktu peringatannya bervariasi.

Dengan mengenal sejarah dan tanggal penting ini, diharapkan masyarakat semakin menghargai peran ayah dalam keluarga dan kehidupan sosial. Peringatan Hari Ayah menjadi ruang untuk memperkuat ikatan keluarga dan meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab ayah.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button