12 Lagu Viral di TikTok Sepanjang Tahun 2025 yang Bikin Tren Musik Makin Hits

Shopee Flash Sale

TikTok terus menjadi platform utama pembuat lagu viral yang mampu mengubah wajah industri musik. Sepanjang tahun 2025, berbagai lagu lokal dan internasional mendominasi beranda pengguna dengan berbagai genre dan nuansa, menciptakan tren baru yang menyebar luas.

Banyak lagu yang tak hanya viral karena lagunya sendiri, tetapi juga karena tantangan dance, lip-sync, atau video bertema khusus yang menempelkan lagu tersebut sebagai backsound. Berikut daftar 12 lagu viral TikTok sepanjang tahun 2025 yang layak diketahui.

1. Garam & Madu (Sakit Dadaku) – Tenxi, Jemsii, dan Naykilla
Lagu ber-genre hip-dut ini menjadi hit di awal tahun 2025. Tenxi, Jemsii, dan Naykilla berhasil menciptakan hook yang catchy dan beat kuat, membuatnya populer untuk berbagai tantangan dance dan lip-sync di Indonesia dan Malaysia.

2. Alamak – Rizky Febian dan Adrian Khalif
Terkenal dengan lirik jenaka dan nuansa pop-R&B, lagu ini mengangkat tema rasa kagum dan cinta yang tulus. Potongan lagu ini ramai dipakai sebagai audio untuk momen manis dalam kehidupan sehari-hari di TikTok.

3. Ours to Keep – Kendis and Adis
Lagu sederhana dengan aransemen mellow ini sering dijadikan soundtrack video bertema “before and after” maupun momen melepas kenangan. Vokal hangat dan nuansa dreamy membuat pendengarnya terhanyut dalam suasana sendu dan harapan.

4. Tabola Bale – Silent Open Up
Memadukan beat cepat dengan lirik berbahasa daerah, lagu ini membawa nuansa pesta rakyat yang segar. Viral karena tren dance challenge yang mengajak pengguna TikTok untuk bergerak bersama dengan semangat budaya lokal.

5. Nina – Feast
Nina memiliki alunan musik lembut dan lirik yang menggambarkan kasih sayang orang tua pada anak. Lagu ini sering dipakai sebagai latar video emosional dan personal, membuat penonton terbawa suasana sentimen yang mendalam.

6. The Winner Takes It All – ABBA
Klip klasik ABBA ini mengalami lonjakan popularitas karena lirik kuat dan vokal powerful. Sering digunakan untuk video drama tentang perjuangan dan keberhasilan, lagu ini mempertahankan relevansi meski sudah puluhan tahun.

7. Kasih Aba-Aba – Naykilla, Tenxi, dan Jemsii
Lagu lain dari trio ini mengusung genre hip-dut yang enerjik dan catchy. Ritme yang mudah diingat membuatnya cepat viral sebagai backsound lip-sync dan dance, sekaligus menegaskan keberhasilan kolaborasi lintas genre.

8. Pretty Little Baby – Connie Francis
Lagu lawas dari tahun 1962 ini dipopulerkan kembali oleh pengguna TikTok. Melodi manis dan lirik ringan cocok untuk konten video bernuansa manis dan retro, membuktikan lagu klasik tetap bisa viral dengan penempatan tepat.

9. Awal Kisah Selamanya – Raisa feat. Barsena Bestandhi
Lagu ini menceritakan kisah cinta dan kenangan indah, dihiasi vokal lembut Raisa. Sering dijadikan soundtrack video montage romantis, lagu ini punya kekuatan personal yang membuat pendengar merasa dekat dengan isi lagunya.

10. You’ll Be in My Heart – NIKI
Versi cover dari lagu Phil Collins ini menarik perhatian dengan aransemen modern dan nuansa akustik. Viral karena cocok untuk video keluarga dan hubungan jarak jauh, lagu ini menghubungkan generasi muda dengan klasik melalui sentuhan baru.

11. Terbuang dalam Waktu – Barasuara
Lagu alternatif ini viral karena aransemen atmosfir dan lirik puitis yang menyentuh tema kehilangan dan introspeksi. Sering digunakan sebagai backsound video dramatis dan slow-motion, lagu ini membuktikan musik indie punya potensi viral yang besar.

12. One in a Million (Reggae Version) – Ne-Yo
Versi reggae dari lagu R&B Ne-Yo ini mengusung vibe santai yang asik untuk berbagai video tema percintaan dan santai. Populer karena menghadirkan sentuhan baru pada lagu lama, menunjukkan kekuatan remix dalam menciptakan tren musik viral.

Demikian daftar lagu-lagu yang mengisi medan viral TikTok sepanjang 2025. Setiap lagu membawa cerita dan energi unik yang memikat jutaan pengguna. Tren ini menunjukkan bagaimana kreativitas pengguna serta keberagaman genre terus memperkaya pengalaman bermusik di era digital.

Berita Terkait

Back to top button