Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting untuk para investor pasar saham Indonesia terkait dengan kondisi fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang transparan dan kompetitif di tingkat global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengutip pesan Presiden Prabowo saat konferensi pers di Jakarta. “Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh,” ujarnya.
Presiden Prabowo meyakinkan bahwa meskipun ada berbagai tantangan global, pemerintah terus mendukung pengembangan pasar modal nasional. Langkah ini bertujuan memperbaiki dan memperkuat pasar modal agar mampu bersaing secara global dan menarik lebih banyak investasi.
Airlangga juga menegaskan, pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan Indonesia. “Kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” paparnya, mengutip pesan Presiden Prabowo.
Koreksi tajam terjadi pada pasar modal setelah pengumuman MSCI terkait review dan rebalancing saham-saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dari 8.980,23 menjadi 8.232,20 dalam dua hari perdagangan sebelum kembali menguat sedikit ke posisi 8.329,61.
Pemerintah mengambil langkah cepat untuk meredam sentimen negatif ini dengan mempercepat penyelesaian aturan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditargetkan rampung tahun ini. Demutualisasi dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi pasar modal.
Demutualisasi diharapkan mengurangi potensi benturan kepentingan dan membuka peluang investasi baru. “Tahapannya sudah masuk dalam Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan),” kata Airlangga dalam konferensi pers.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI mempersiapkan penyesuaian aturan batas free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Aturan baru ini direncanakan efektif mulai Februari dan diharapkan meningkatkan likuiditas serta menarik lebih banyak investor.
Langkah-langkah ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Komitmen tersebut diharapkan mampu mendorong kepercayaan investor dan menguatkan fundamental ekonomi nasional di tengah gejolak global.
Dengan adanya kebijakan terintegrasi dari pemerintah dan dukungan regulator, kondisi pasar modal diharapkan semakin kondusif dan kompetitif. Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Baca selengkapnya di: jateng.antaranews.com






