Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengambil langkah cepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan infrastruktur pascabencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara paripurna dan memperbaiki akses vital yang menopang aktivitas ekonomi lokal.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen turun langsung ke daerah terdampak seperti Purbalingga, Pemalang, dan Pekalongan. Di Purbalingga, attention difokuskan pada desa-desa Kecamatan Mrebet dan Karangreja, yang mengalami banjir dan tanah longsor. Pemerintah telah mengalokasikan dana hampir Rp700 juta untuk bantuan logistik mulai dari makanan hingga pakaian dan stimulan perumahan.
Pemulihan Infrastruktur dan Hunian
Pemerintah Jateng menyiapkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi ratusan warga yang rumahnya berada di zona merah bencana di Purbalingga. Strategi ini bagian dari mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Selain itu, prioritas utama juga diberikan pada perbaikan infrastruktur seperti jembatan yang menghubungkan wilayah ekonomi krusial. Hal tersebut penting agar distribusi komoditas utama tidak terputus dan ekonomi desa tidak mengalami kontraksi.
Pendataan dan Klaim Asuransi di Pemalang
Di Kecamatan Pulosari, Pemalang, Gubernur Luthfi menginstruksikan pendataan pengungsi sebanyak 2.777 jiwa secara rinci “by name by address.” Metode ini dilakukan agar intervensi sosial dan ekonomi bisa tepat sasaran. Pendataan juga meliputi barang berharga, hewan ternak, dan lahan pertanian yang terdampak banjir sehingga klaim asuransi lahan puso dapat diajukan secara akurat. Pendekatan ini bertujuan mendorong pemulihan yang terstruktur dan efisien bagi para penyintas.
Penanganan dan Sanitasi di Pekalongan
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen fokus pada penanganan dampak banjir yang menyentuh 60.164 jiwa di Pekalongan. Pemerintah mengawasi kelayakan fasilitas umum di lokasi pengungsian utama seperti International Batik Centre (IBC). Penyediaan WC portable dan penataan logistik menjadi prioritas utama untuk menjaga standar kesehatan masyarakat. Upaya ini penting agar warga tetap produktif selama masa transisi menunggu kondisi aman untuk kembali ke rumah masing-masing.
Dukungan Terpadu dan Sinergi Antar Pemerintah
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memberikan apresiasi atas respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jateng sejak penetapan status tanggap darurat. Dukungan tersebut meliputi perbaikan infrastruktur dan bantuan langsung yang sinergis bersama pemerintah kabupaten serta kementerian terkait. Intervensi kebijakan fiskal berupa bantuan tunai dan perbaikan prasarana vital dipastikan berjalan terarah untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi wilayah terdampak.
Langkah Pemulihan Ekonomi dan Infrastruktur Jawa Tengah
- Alokasi bantuan logistik senilai hampir Rp700 juta untuk kebutuhan dasar warga terdampak.
- Pembangunan Huntara dan Huntap sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
- Perbaikan akses transportasi vital, terutama jembatan penghubung jalan ekonomi utama.
- Pendataan pengungsi “by name by address” untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
- Pengajuan klaim asuransi atas lahan pertanian yang puso.
- Pengelolaan fasilitas pengungsian dengan standar kebersihan dan kesehatan terjaga.
- Sinergi antara Pemprov, pemerintah kabupaten, dan kementerian untuk pemulihan menyeluruh.
Pemprov Jateng menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya cepat tetapi juga berkelanjutan. Pendekatan terintegrasi yang dilakukan mencakup aspek sosial, ekonomi, dan fisik. Dengan demikian, diharapkan wilayah terdampak dapat bangkit lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa depan.
Baca selengkapnya di: semarang.bisnis.com




