Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dukungan penuh untuk penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang akan disiarkan melalui TVRI. Kegiatan nobar ini direncanakan digelar di berbagai ruang publik di wilayah Jawa Tengah agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama-sama.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa program nobar ini bertujuan membangkitkan kembali semangat dan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola. Inisiatif tersebut juga didorong untuk direplikasi oleh pemerintah kabupaten dan kota agar lebih luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sumarno menekankan bahwa sepak bola merupakan olahraga merakyat yang dikenal di seluruh pelosok, tidak hanya di perkotaan saja. Ia berharap, dengan penayangan Piala Dunia di TVRI, masyarakat dengan mudah mengakses siaran tersebut tanpa hambatan, sehingga kecintaan terhadap sepak bola bisa tumbuh kembali.
Momen ini sekaligus diharapkan menjadi titik bangkit untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola antar-kelurahan, antar-RW, dan antar-kecamatan yang sempat meredup. Sumarno menegaskan bahwa kegiatan nobar dan penayangan ini bisa menjadi ruang pembibitan atlet muda, dengan harapan Indonesia kelak mampu berprestasi di tingkat Piala Dunia.
Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah, Sanny Damanik, menegaskan bahwa siaran Piala Dunia di TVRI merupakan wujud kehadiran negara bagi rakyat Indonesia. Program ini didukung oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk perhatian negara terhadap masyarakat.
Masyarakat dapat mengakses pertandingan Piala Dunia tanpa ketergantungan pada internet karena penyiaran tersedia di TVRI Nasional, TVRI Sport, dan kanal TVRI lainnya yang tersebar di 34 stasiun penyiaran di seluruh Indonesia. Dengan empat kanal yaitu TVRI Nasional, TVRI Sport, TVRI World, dan TVRI Daerah, siaran pertandingan dapat dinikmati secara merata di berbagai daerah.
Dukungan dan fasilitas nobar yang difasilitasi Pemprov Jawa Tengah diharapkan dapat mempererat persatuan masyarakat dalam menikmati Piala Dunia sekaligus menggairahkan kembali olahraga sepak bola di tingkat akar rumput. Langkah ini juga mendukung program pembinaan atlet yang berkelanjutan demi kemajuan sepak bola nasional.





