Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Pasokan Energi Andal Jabar-Jakarta 2026

Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Dukung Keandalan Energi Jabar-Jakarta

PT Pertamina (Persero) memperkuat rantai pasok energi nasional melalui berbagai infrastruktur terintegrasi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas hilir energi dengan kehadiran Integrated Terminal Balongan, Kilang Unit VI Balongan, dan operasional kapal Pertamina International Shipping.

Kilang Unit VI Balongan berperan penting sebagai fasilitas pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar minyak (BBM), Avtur, serta produk non-BBM seperti propilen yang digunakan dalam industri petrokimia. Minyak mentah yang diolah berasal dari lapangan Pertamina Hulu Energi di sekitar wilayah Indramayu. Selain pengolahan, kilang ini didukung dengan fasilitas pengiriman dan penerimaan energi melalui jalur laut menggunakan kapal Pertamina International Shipping.

Hasil produksi kilang Balongan juga dimanfaatkan oleh fasilitas terkait di sekitarnya seperti Integrated Terminal Balongan dan Polytama Propindo, perusahaan afiliasi Pertamina di sektor petrokimia. Hal ini menciptakan ekosistem yang saling terhubung guna memastikan kestabilan pasokan energi terutama untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa integrasi fasilitas ini memegang peran strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional. “Optimalisasi infrastruktur di Balongan merupakan wujud komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat dengan pelayanan yang andal,” ucap Baron.

Dalam penguatan bisnisnya, Pertamina terus meningkatkan keandalan infrastruktur dan operasional sebagai bagian dari ketahanan energi nasional dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Jawa bagian barat. Langkah ini juga sejalan dengan transformasi perusahaan menuju tata kelola yang lebih baik serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).

Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan mengintensifkan program-program yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sinergi dengan Danantara Indonesia menjadi bagian penting dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Berikut ini rangkuman peran utama infrastruktur terintegrasi Pertamina di Balongan:

  1. Kilang Balongan mengolah minyak mentah menjadi BBM, Avtur, dan bahan petrokimia.
  2. Integrated Terminal Balongan menjadi pusat distribusi bahan bakar ke wilayah Jabar-Jakarta.
  3. Kapal Pertamina International Shipping mendukung pengapalan hasil produksi kilang melalui jalur laut.
  4. Sinergi dengan Polytama Propindo memperkuat rantai nilai petrokimia berbasis hasil kilang.
  5. Optimalisasi infrastruktur dilakukan untuk menjamin keandalan pasokan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
  6. Komitmen ESG dan target Net Zero Emission menjadi panduan keberlanjutan bisnis.

Dengan ekosistem infrastruktur yang terintegrasi dan dukungan operasional yang solid, Pertamina menjamin pasokan energi yang stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Jawa Barat hingga Jakarta. Penguatan kilang dan fasilitas pendukung menjadi kunci dalam memastikan ketahanan energi nasional di masa mendatang.

Baca selengkapnya di: www.metrotvnews.com

Terkait