Pertumbuhan Investasi 5 Daerah di Jabar Jeblok, Meski Total Realisasi Capai Rp296,8 Triliun 2026

Realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang tahun lalu berhasil menembus Rp296,8 triliun dan melampaui target yang dipatok sebesar Rp271 triliun. Namun, capaian tersebut tidak merata karena lima daerah mengalami penurunan pertumbuhan investasi.

Dari laporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, sekitar 70 persen investasi terkonsentrasi di lima wilayah saja yakni Kabupaten Karawang, Bekasi, Subang, dan Bogor. Ketimpangan ini menimbulkan pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif dan pendapatan masyarakat yang tidak merata.

Daerah dengan Pertumbuhan Investasi Negatif

Terdapat lima daerah yang mencatat penurunan investasi secara year on year (YoY) antara 2024 dan 2025 sebagai berikut:

  1. Majalengka: -6,42%
  2. Kota Cimahi: -14,39%
  3. Kota Bekasi: -15,59%
  4. Pangandaran: -19,65%
  5. Kuningan: -48,71%

Penurunan ini menunjukkan tantangan serius dalam distribusi investasi yang harus segera diatasi agar mendorong pemerataan ekonomi.

Upaya Pemerintah untuk Mengatasi Ketimpangan Investasi

Untuk tahun ini, strategi fokus promosi investasi akan diarahkan pada pendekatan berbasis kewilayahan dan tematik. DPMPTSP Jawa Barat berencana mendorong masing-masing daerah memaksimalkan potensi dan karakteristiknya guna menarik proyek investasi yang sesuai.

Kepala DPMPTSP Dedi Taufik menyebut bahwa sudah ada analisis dari beberapa perguruan tinggi yang menyoroti perlunya model investasi yang lebih inklusif. Hal ini penting agar keterkaitan antara industri besar dan UMKM dapat diperkuat secara berkelanjutan.

Fasilitasi Kemudahan Berinvestasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder terkait akan meningkatkan kemudahan berusaha melalui sistem perizinan yang cepat dan terintegrasi. Pendampingan terhadap investor juga ditingkatkan untuk menyelesaikan hambatan investasi sesuai regulasi yang berlaku.

Penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran serta daya saing investasi di wilayah ini. Dengan terbangunnya ekosistem investasi yang kondusif, potensi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang selama ini tertinggal diharapkan bisa segera meningkat.

Upaya-upaya tersebut diharapkan mereduksi ketimpangan investasi di Jawa Barat. Jalan pengembangan investasi yang lebih menyeluruh menjadi fokus utama dalam mendorong pemerataan dan pengurangan kemiskinan di masa depan.

Baca selengkapnya di: bandung.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button