Apresiasi IPSI Jatim pada Prestasi Atlet Silat Persinas ASAD dalam Musprov VI
Prestasi atlet pencak silat dari Jawa Timur kembali menjadi sorotan penting oleh Induk Prestasi Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono, saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persinas ASAD yang berlangsung pada akhir Januari lalu.
Bambang Haryo mengapresiasi kontribusi besar Persinas ASAD dalam pembinaan atlet yang berhasil membawa provinsi ini menempati posisi tiga besar di tingkat perguruan silat Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa prestasi itu mencakup atlet yang telah menembus kelas dunia, seperti juara dunia Mas Amri, sebagai bukti keunggulan yang telah diraih.
Peran Strategis Persinas ASAD dan Komitmen IPSI Jatim
Menurut Bambang Haryo, keberhasilan atlet Persinas ASAD tidak hanya menjadi kebanggaan untuk saat ini, tetapi juga menjadi modal penting untuk regenerasi atlet di masa depan. Ia menekankan bahwa pembinaan atlet muda harus terus berlanjut agar prestasi dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan dalam jangka panjang.
IPSI Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses pembibitan atlet, termasuk dukungan kepada Persinas ASAD. Diharapkan, sinergi ini mampu menguatkan ekosistem pencak silat di provinsi dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dalam kompetisi nasional maupun internasional.
Agenda Penting dalam Musprov VI Persinas ASAD
Ketua Persinas ASAD Jawa Timur, Prof. Dedid Cahya Happyanto, menjelaskan bahwa Musprov VI menjadi momen strategis bagi organisasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Musprov ini membahas tiga agenda utama:
- Pertanggungjawaban pengurus sebelumnya
- Penyusunan program kerja untuk periode mendatang
- Pemilihan ketua baru Persinas ASAD
Setelah agenda utama selesai, dilanjutkan dengan penyusunan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Prof. Dedid berharap kepengurusan yang baru dapat membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan meningkatkan prestasi atlet silat asal Jawa Timur.
Harapan dan Tantangan Ke Depan
IPSI Jawa Timur memandang bahwa keberhasilan Persinas ASAD menunjukkan bahwa pembinaan berbasis perguruan memiliki peran vital dalam pengembangan prestasi olahraga tradisional ini. Apresiasi terhadap dedikasi pengurus yang lama dinilai sangat penting sebagai motivasi untuk meneruskan tongkat estafet pembinaan.
Dukungan kelembagaan dan kontinuitas program latihan merupakan kunci utama dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas atlet. Dengan komitmen bersama dari IPSI, Persinas ASAD, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan prestasi atlet Jawa Timur di dunia pencak silat dapat terus bersinar di tingkat nasional maupun internasional.
Musprov VI Persinas ASAD tidak hanya ajang rutin organisasi, tetapi juga momentum strategis yang diharapkan mampu memperkuat pondasi prestasi pencak silat di Jawa Timur secara berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: www.deliknews.com