Bank of China (Hong Kong) cabang Jakarta aktif mempromosikan layanan transaksi lintas perbatasan menggunakan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) kepada pelaku industri di Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung dalam seminar di Semarang yang dihadiri sekitar 150 peserta dari asosiasi bisnis dan sektor industri.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyatakan bahwa permintaan atas layanan transaksi menggunakan mata uang lokal semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan China yang terus berkembang.
Kerja sama LCT antara Indonesia dan China memungkinkan transaksi perdagangan dan investasi untuk dilakukan langsung dalam Rupiah dan Renminbi, tanpa perlu perantara mata uang lain. Skema ini membantu mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi bisnis di kawasan industri aglomerasi Semarang.
Penggunaan layanan LCT turut mendorong daya saing produk unggulan Jawa Tengah di pasar global. Selain itu, transaksi dalam mata uang lokal kini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga memperluas inklusi keuangan bagi segmen usaha tersebut.
Sebagai bank yang ditunjuk untuk memfasilitasi LCT, BOC Jakarta mengoptimalkan peran platform dan integrasi sumber daya. Tujuannya adalah membangun sistem layanan keuangan terpadu guna mendukung perusahaan China yang melakukan ekspansi ke Indonesia dan menguatkan konektivitas ekonomi kedua negara.
Sun Shangbin, Kepala Cabang BOC Jakarta sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang China di Indonesia, menegaskan komitmen bank dalam memperkuat koordinasi dengan otoritas regulator. Ia juga menyoroti dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan industri serta penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Kemudahan transaksi semakin bertambah dengan rencana perluasan layanan pembayaran berbasis QR lintas negara antara Indonesia dan China. Menurut Bank Indonesia, layanan QR ini dijadwalkan beroperasi secara luas pada kuartal pertama tahun depan setelah melewati masa uji coba beberapa bulan.
Potensi kemitraan LCT kian relevan mengingat nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan China terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai perdagangan kedua negara tahun lalu mencapai 154,58 miliar dolar AS, naik 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rinciannya, ekspor Indonesia ke China mencapai 67,04 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 6,9 persen, sedangkan impor tercatat sebesar 87,54 miliar dolar AS atau naik 18,53 persen. Pertumbuhan ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah industri yang diuntungkan dari kerja sama LCT dan konektivitas keuangan Indonesia-China.
Bank of China (Hong Kong) cabang Jakarta terus mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi keuangan untuk memperkuat hubungan dagang kedua negara. Pemanfaatan LCT juga diproyeksikan membuka peluang baru dalam pengembangan sektor industri dan bisnis, khususnya di wilayah aglomerasi Semarang dan sekitarnya.
Baca selengkapnya di: www.antaranews.com






