Jelang Ramadan, Gubernur Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Meski Terdampak Banjir dan Longsor

Menjelang Ramadan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok pangan di wilayahnya tetap aman meskipun menghadapi bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa dampak bencana tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan provinsi.

Jawa Tengah menyumbang sekitar 15 hingga 15,5 persen dari kebutuhan stok pangan nasional, khususnya untuk beras dan cabai yang merupakan komoditas pokok. Dengan kontribusi tersebut, kebutuhan pangan di wilayah ini dinilai mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menjelang bulan puasa.

Penanganan Dampak Bencana pada Sektor Pertanian

Meski sejumlah wilayah masih terdampak bencana, Pemprov Jawa Tengah telah melakukan pendataan bersama Dinas Sosial provinsi serta kabupaten/kota terkait untuk mengajukan klaim asuransi pertanian. Hal ini bertujuan mengganti kerugian para petani yang terdampak bencana.

Lahan pertanian yang terdampak mencapai hampir 17.000 hektar. Namun, lahan yang dipastikan mengalami gagal panen hanya sekitar 10,96 hektar di enam kabupaten/kota Pantura dan lima wilayah di Pekalongan. Tindakan cepat tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil.

Upaya Relokasi dan Penyiapan Hunian Sementara

Pemerintah Provinsi juga telah menjangkau sekitar 80 persen warga terdampak banjir dan tengah menyiapkan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pemalang. Delapan rumah di Kabupaten Pemalang serta beberapa rumah di wilayah Tegal direncanakan direlokasi akibat kondisi tanah yang retak dan masih bergerak.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko sosial dan membantu pemulihan pasca-bencana agar aktivitas masyarakat termasuk persiapan Ramadan tidak terganggu.

Strategi untuk Menstabilkan Pasokan dan Harga Pangan

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, Pemprov Jawa Tengah menggelar operasi pasar dan distribusi bahan pokok penting yang dikelola oleh Perum Bulog serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kepala Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, menegaskan penyerapan gabah dari petani tetap dilakukan meski kondisi cuaca ekstrem dan kadar air gabah naik.

Hingga kini, Bulog Cabang Semarang telah menerima hampir 4.000 ton gabah dari wilayah Demak, Grobogan, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang. Panen raya diprediksi berlangsung pada Maret hingga April, yang akan semakin memperkuat pasokan beras.

Ketersediaan Komoditas Strategis Lain

Selain beras, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan stok cabai, bawang merah, dan daging. Provinsi ini memiliki 10 kabupaten/kota yang merupakan sentra produksi cabai. Cadangan pasokan tersebut dikelola melalui BUMD dan operasi pasar agar distribusi berjalan lancar.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta menghindari penimbunan bahan pokok agar stabilitas harga tetap terjaga.

Kondisi Ekonomi Terkini dan Inflasi

Pemerintah menegaskan bahwa inflasi di Jawa Tengah saat ini berada pada angka 2,6 persen, yang menunjukkan kestabilan harga kebutuhan pokok. Dengan intervensi yang terus menerus, pemerintah akan menjaga agar harga pangan tetap terjangkau semasa Ramadan.

Rendy juga menegaskan bahwa stok beras di Bulog Cabang Semarang aman. Masyarakat pun dapat merasa tenang karena ketersediaan pangan selama bulan Ramadan sudah dipastikan mencukupi.

Dengan berbagai langkah yang ditempuh, Provinsi Jawa Tengah siap menghadapi Ramadan meski di tengah tantangan bencana alam, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Baca selengkapnya di: www.kompas.tv
Exit mobile version