MPM PWM Jatim Kukuhkan JALAMU & SARANMU Malang Perkuat Pemberdayaan Nelayan & Migran

Pengukuhan JALAMU dan SARANMU oleh MPM PWM Jawa Timur di Kabupaten Malang

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur resmi mengukuhkan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) dan Sahabat Migran Muhammadiyah (SARANMU) di Kabupaten Malang. Pengukuhan berlangsung di Aula Pusdiklat Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, tujuh Februari.

Langkah ini merupakan upaya strategis Muhammadiyah untuk memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya nelayan dan pekerja migran. JALAMU diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas serta advokasi untuk nelayan. Sementara itu, SARANMU berperan memberikan pendampingan dan edukasi bagi komunitas migran serta keluarganya.

Ketua MPM PWM Jawa Timur, Lutfi J. Kurniawan, menegaskan bahwa pembentukan JALAMU dan SARANMU adalah bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam dakwah sosial. Program tersebut berfokus pada keadilan sosial, kesejahteraan, dan keberpihakan terhadap kelompok rentan. Struktur organisasi daerah akan memudahkan pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan.

Acara pengukuhan dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur, pengurus PDM Kabupaten Malang, serta perwakilan komunitas nelayan dan migran. Selain pengukuhan, agenda mencakup penguatan visi gerakan serta konsolidasi program. Semua pihak berkomitmen memperluas upaya pemberdayaan masyarakat secara sinergis.

Abdul Rouf, Wakil Ketua PDM Kabupaten Malang, menyampaikan harapan agar pengurus yang baru dikukuhkan dapat lebih aktif dalam mengatasi persoalan sosial-ekonomi masyarakat pesisir dan migran. Ia juga menekankan pentingnya peran persyarikatan Muhammadiyah dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Divisi Petani, Nelayan dan Buruh Migran MPM PWM Jawa Timur, Hutri Agustino, menyatakan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni semata. Ia menekankan bahwa proses ini merupakan peneguhan ikhtiar Muhammadiyah untuk hadir di tengah nelayan, petani, dan buruh migran. Mereka diposisikan sebagai subjek perubahan yang memiliki martabat dan kekuatan.

Menurut Hutri, MPM ingin memastikan bahwa dakwah Muhammadiyah menyentuh berbagai sektor kehidupan seperti laut, sawah, dan daerah migran jauh. JALAMU dan SARANMU diharapkan menjadi ruang solidaritas dan perlindungan bagi mereka yang selama ini berada di pinggiran. Kehadiran kedua organisasi tersebut diharapkan membawa keadilan sosial yang nyata bagi masyarakat yang rentan dan memerlukan dukungan.

Baca selengkapnya di: www.suaramuhammadiyah.id

Terkait