PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menetapkan target pertumbuhan laba bersih dengan capaian double digit pada tahun ini. Transformasi digital menjadi kunci utama dalam rencana kerja Bank Jatim untuk memperkuat posisinya sebagai BPD nomor satu di Indonesia.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 fokus strategis diarahkan pada penguatan modal, sinergi ekosistem daerah, serta akselerasi digitalisasi layanan perbankan. "Rapat kerja ini memberikan energi bagi seluruh pegawai agar bergerak searah mencapai target kinerja," ujarnya di sela Rapat Kerja Tahunan Bank Jatim di Malang.
Strategi Digital dan Inovasi Produk
Salah satu strategi utama Bank Jatim tahun ini adalah peluncuran JConnect Versi 3. Aplikasi ini telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk segera diimplementasikan. Fitur-fitur tambahan pada aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas nasabah dan memperluas basis pengguna digital.
Target pengguna digital Bank Jatim dinaikkan secara signifikan hingga minimal 2 juta pengguna, dari yang saat ini mencapai 1 juta. Lonjakan pengguna ini diharapkan mendorong inklusi keuangan, terutama melalui dana murah atau CASA yang bersumber dari transaksi digital. Penggunaan aplikasi digital menjadi sarana penting dalam memperkuat posisi Bank Jatim sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Penguatan Kualitas Aset dan Efisiensi Operasional
Winardi menegaskan bahwa selain fokus pada peningkatan laba, perbaikan kualitas aset juga menjadi prioritas utama. Bank Jatim berkomitmen menekan angka Non-Performing Loan (NPL), yang akan meningkatkan kesehatan portofolio kredit. Selain itu, bank menargetkan rasio BOPO di bawah 80% agar dapat menawarkan bunga kredit yang lebih kompetitif.
Daerah jawa Timur menjadi basis utama Bank Jatim untuk memperkuat sinergi dengan berbagai ekosistem usaha dan pemerintah. Bank ini terus berperan sebagai Agent of Development dengan mendukung program pemberdayaan UMKM dan hilirisasi, pengelolaan transfer keuangan daerah (TKD), serta pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Peran Bank Jatim dalam Pembangunan Daerah
Bank Jatim juga aktif memfasilitasi pengembangan produk UMKM yang dipamerkan saat Rapat Kerja Tahunan di Hotel Grand Mercure Mirama, Kota Malang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan memberikan perhatian pada pengembangan produk UMKM, hal ini menegaskan posisi Bank Jatim sebagai pendorong utama penguatan ekonomi daerah.
Winardi menyatakan visi bank untuk menjadi bank pembangunan daerah terbaik di kelasnya. Dengan strategi yang terukur dan komitmen dari seluruh unit kerja, 2026 diyakini akan menjadi tahun yang bersejarah bagi pertumbuhan dan inovasi Bank Jatim.
Target laba double digit, peluncuran JConnect Versi 3, serta upaya penguatan aset dan digitalisasi menjadi fondasi utama dalam strategi bisnis Bank Jatim tahun ini. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan nilai tambah yang besar bagi pelanggan dan memperkokoh posisi Bank Jatim di industri perbankan regional.
Baca selengkapnya di: www.detik.com




