10 Ribu Hektare Sawah di Jateng Puso Akibat Banjir, Klaim Asuransi Sudah Diajukan

Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah mencatat sekitar 17,3 ribu hektare lahan sawah terdampak banjir di sejumlah kabupaten. Dari total tersebut, lebih dari 10 ribu hektare di antaranya sudah diidentifikasi mengalami puso atau gagal panen dan diajukan untuk klaim asuransi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menyatakan bahwa pendataan masih berlangsung karena banjir belum sepenuhnya surut di beberapa wilayah. Ia menegaskan bahwa tidak semua lahan kebanjiran otomatis masuk kategori puso, sehingga proses verifikasi berjalan cermat sebelum pengajuan klaim dilakukan.

Sebaran Wilayah Sawah Terdampak Banjir

Lahan sawah yang terdampak banjir tersebar di wilayah Pantura dan beberapa daerah di tengah Jawa Tengah. Kabupaten Pati menjadi daerah yang paling parah terdampak dengan total luas sawah banjir mencapai 6.726 hektare. Dari jumlah tersebut, 5.764,4 hektare mengalami puso sehingga klaim asuransi diajukan untuk luas tersebut.

Kabupaten Kudus memiliki 2.110 hektare sawah terdampak banjir dengan area puso sebesar 1.282 hektare. Jepara mencatat 4.166 hektare sawah terdampak, sementara 2.807 hektare di antaranya mengalami puso. Beberapa kabupaten lain yang juga terkena banjir adalah Batang, Pemalang, Grobogan, Pekalongan, Kota Pekalongan, Demak, dan Kendal dengan luasan bervariasi.

Data Luas Sawah Terdampak dan Puso di Jawa Tengah

Kabupaten Sawah Terdampak Banjir (ha) Sawah Puso (ha)
Pati 6.726 5.764,4
Kudus 2.110 1.282
Jepara 4.166 2.807
Batang 469 139,5
Pemalang 818,6 103
Grobogan 256
Pekalongan 575
Kota Pekalongan 35,4
Demak 758
Kendal 144

Pendataan dan identifikasi terus dilakukan untuk memastikan luas lahan yang memenuhi syarat penggantian kerusakan akibat gagal panen. Wilayah barat Jawa Tengah khususnya masih dalam proses survei intensif oleh tim dinas.

Proses Pengajuan Klaim Asuransi dan Penggantian Tanaman

Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng mengajukan klaim asuransi hanya untuk sawah yang sudah melalui verifikasi kondisi puso. Proses ini dilakukan agar bantuan penggantian tanaman tepat sasaran dan sesuai dengan kerugian yang dialami petani.

Defransisco Dasilva menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan dan dukungan pemerintah terhadap para petani yang mengalami kerugian akibat bencana banjir. Program asuransi pertanian ini penting untuk meringankan beban petani lewat kompensasi penggantian tanaman yang gagal panen.

Langkah penanganan di lapangan juga meliputi koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kecamatan agar pendataan akurat dan responsif terhadap perkembangan kondisi banjir. Petani diminta tetap berkoordinasi dengan petugas terkait untuk memudahkan proses klaim dan bantuan.

Dinas Pertanian berkomitmen memaksimalkan upaya pemulihan sektor pertanian di Jawa Tengah agar ketahanan pangan tetap terjaga meskipun terjadi bencana. Upaya ini diharapkan memberikan rasa aman bagi petani menghadapi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem dan bencana alam.

Dengan inventarisasi yang terus dilakukan, pihak terkait akan terus mengawasi perkembangan kondisi sawah dan memfinalisasi data klaim agar bantuan asuransi dan penggantian tanaman bisa segera dicairkan kepada petani yang berhak.

Baca selengkapnya di: lingkartv.com

Berita Terkait

Back to top button