
Pelantikan resmi Pengurus Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Kabupaten Banyumas mencatatkan sejarah baru sebagai yang pertama di Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren NU Abdul Jamil Tebuireng 17 Sokaraja dan dirangkaikan dengan Bedah Buku Shalawat Badar serta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PBN Provinsi Jawa Tengah.
Momentum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Tengah, Kepala Bidang Bimas Kanwil Jateng, Kepala Kantor Kemenag Banyumas dan Cilacap, serta Ketua Pengurus Pusat dan Provinsi PBN. Pelaksanaan kegiatan mengambil tempat di pesantren agar dapat merangsang integrasi antara literasi, pendidikan pesantren, dan kemandirian kewirausahaan para santri.
Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya PBN. Ia menilai organisasi ini sebagai mitra strategis Kemenag yang berpotensi menginspirasi langkah-langkah literasi hingga ke tingkat nasional.
Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan pentingnya PBN sebagai gerakan literasi aktif. Menurutnya, organisasi ini harus memperkuat pemahaman keagamaan, kebangsaan, dan nilai keaswajaan, di tengah tantangan dominasi media sosial yang kerap mengutamakan popularitas di atas kebenaran.
“Pojok Baca Nahdliyah bukan sekadar tempat membaca teks, melainkan wahana yang mampu membaca situasi dan kebutuhan zaman serta arah masa depan generasi,” tegas Saiful Mujab. Ia juga memberikan apresiasi kepada PBN Banyumas atas kecepatan menggelar Rakerwil dan bedah buku sebagai bentuk tradisi literasi dalam organisasi.
Ketua PBN Jawa Tengah, Imam Thobroni, mengungkapkan bahwa PBN hadir sebagai pemangku kepentingan baru Kemenag dalam penguatan literasi umat. Ia mengingatkan bahwa PBN harus menjadi ruang perlawanan intelektual atas algoritma media sosial yang sering mengesampingkan substansi kebenaran.
Melalui sambutan virtual, Menteri Agama RI sekaligus Pembina PBN Pusat, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi atas momentum pelantikan tersebut. Ia menilai waktu ini sangat penting untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas gerakan literasi demi mencerdaskan umat dan bangsa secara keseluruhan.
Menag menjelaskan bahwa gerakan literasi merupakan bagian integral dari dakwah kultural Nahdlatul Ulama. Menurutnya, dakwah ini memiliki karakter yang menyejukkan, mencerahkan, dan membangun peradaban melalui penguatan ilmu pengetahuan.
Menurut Nasaruddin Umar, budaya membaca dan berpikir kritis menjadi kunci dalam pembentukan karakter umat yang moderat, berakhlak mulia, serta berwawasan kebangsaan. Ia berharap kepengurusan PBN Kabupaten Banyumas dapat melahirkan program inovatif dan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Nahdliyin.
Pengukuhan PBN Kabupaten Banyumas ini diharapkan menjadi titik awal bagi Jawa Tengah untuk menjadikan wilayah ini sebagai basis penguatan literasi Ahlussunnah wal Jama’ah yang inklusif dan berdaya saing. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pencetak kader berwawasan luas dan mandiri.





