
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menghadiri acara East Java Investment Briefing (EJIB) yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta. Kegiatan ini bertujuan menguatkan posisi Jawa Timur sebagai destinasi utama investasi global dengan tema "East Java Investment Outlook 2026 Strengthening Global Connectivity – East Java Strategic Investment Projects as Indonesia’s New Gateway."
Dalam kesempatan tersebut, Emil menyampaikan bahwa EJIB dihadiri oleh berbagai kementerian, direktorat jenderal kerjasama ekonomi serta para duta besar dari sejumlah negara seperti Swedia, Rusia, Korea Selatan, Singapura, Finlandia, dan Jepang. Keterlibatan para diplomat ini diharapkan mampu membuka jalur kerjasama yang lebih efektif dan menempatkan Jawa Timur pada peta prioritas investasi internasional.
Kinerja Ekonomi dan Investasi Jawa Timur
Emil menjelaskan bahwa ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan inklusif. Data resmi menunjukkan kontribusi ekonomi Jatim mencapai 25,29% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,4% terhadap perekonomian nasional. Pada kuartal IV 2025, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,85% year-on-year yang mendekati angka 6% di kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi tahun tersebut mencapai 5,33%, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, realisasi investasi di Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai Rp 147,7 triliun, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu dari tiga besar penerima investasi terbesar di Indonesia. Pada kuartal IV, investasi meningkat signifikan sebesar 31,6% secara kuartalan dan 11,4% secara tahunan, menandakan tingginya kepercayaan investor pada iklim usaha di daerah. Emil menambahkan bahwa investasi asing di Jatim berasal dari 70 negara dengan ribuan perusahaan yang telah beroperasi di wilayah ini.
Strategi Penguatan Daya Saing dan Pengembangan Kawasan Industri
Wakil Gubernur menegaskan bahwa penguatan daya saing industri menjadi fokus utama kebijakan pembangunan Jawa Timur ke depan. Kawasan industri dilihat sebagai instrumen strategis yang tidak hanya mendorong transformasi ekonomi namun juga memperbesar peluang kerjasama antarnegara. Emil menyampaikan, kawasan industri menarik minat investor asing karena sudah dirancang khusus untuk mendukung aktivitas pabrik dengan infrastruktur memadai.
Selain itu, dalam forum EJIB ini berbagai proyek investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO) telah dipersiapkan matang. Sektor yang disorot antara lain infrastruktur, manufaktur, industri pengolahan, agribisnis, pariwisata, dan properti. Proyek-proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan bersama mitra strategis dari berbagai negara.
Mendorong Konektivitas Ekonomi Nasional dan Global
Melalui forum investasi ini, Emil menegaskan posisi Jawa Timur bukan sekadar sebagai destinasi investasi, tetapi juga sebagai simpul utama konektivitas ekonomi nasional dan global. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat jaringan perdagangan dan kerja sama ekonomi internasional yang sangat penting di tengah dinamika ekonomi dunia.
Kehadiran berbagai pihak mulai dari kementerian, diplomat asing, hingga pelaku investasi global menunjukkan komitmen Jawa Timur dalam membuka babak baru kerjasama ekonomi internasional. Dengan berbagai capaian ekonomi dan investasi yang signifikan, Jawa Timur siap menjadi pintu gerbang utama Indonesia untuk menarik investasi dan memperkuat konektivitas global.
Baca selengkapnya di: sabdanews.com




