Gubernur Jatim Terima Dubes Swedia, Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Infrastruktur Modern

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan resmi Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan ASEAN, Daniel Blockert, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kemitraan bilateral Swedia dan Jawa Timur, khususnya di bidang pendidikan dan infrastruktur transportasi.

Duta Besar Daniel Blockert menyampaikan bahwa Swedia selama ini memusatkan investasi di Jakarta, namun kini berencana memperluas kerja sama ke wilayah Jawa Timur yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi signifikan. Ia menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dengan populasi yang besar dan kebutuhan inovasi terutama di sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pertambangan.

Pusat perhatian diskusi terletak pada sektor-sektor strategis yang diminati kedua pihak, seperti pengembangan sistem kereta api listrik, teknologi kesehatan, dan penguatan kapasitas pendidikan. Dubes Daniel juga membawa delegasi perusahaan Swedia untuk menjajaki peluang investasi dan kolaborasi di wilayah ini.

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa Jawa Timur membutuhkan dukungan teknologi dan pengalaman Swedia untuk mempercepat program prioritas. Salah satu fokus utama adalah perencanaan Sistem Rel Listrik (SRL) yang akan dibangun di Surabaya dan sekitarnya, dengan kemungkinan kerja sama penerapan teknologi kereta modern dari Swedia.

Dalam ranah pendidikan, pemprov mengincar peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan kompetensi global bagi pelajar melalui kerja sama institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Rencana tersebut mencakup program beasiswa, pertukaran pelajar, serta pengembangan kurikulum bersama institusi Swedia.

Khofifah juga menggarisbawahi pentingnya dukungan untuk SMA Taruna yang tersebar di enam lokasi di Jawa Timur agar lulusan siap menghadapi persaingan internasional melalui penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik. Upaya ini menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia provinsi.

Kerja sama di sektor kesehatan telah berlangsung lama melalui Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP). Kolaborasi ini mencakup pemindahan teknologi dan pelatihan profesional di bidang kesehatan, khususnya bagi kota besar seperti Surabaya yang menjadi pusat layanan kesehatan utama dan rumah sakit pendidikan di Indonesia timur.

Data menunjukkan Jawa Timur memberikan kontribusi lebih dari 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Provinsi ini menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi dengan keanekaragaman industri mulai dari manufaktur, pertanian, energi hingga teknologi yang terus berkembang.

Mengakhiri pertemuan, Gubernur Khofifah mengapresiasi kunjungan tersebut dan menilai pembicaraan berjalan singkat namun produktif. Ia berharap hasil diskusi segera ditindaklanjuti melalui pembentukan task force gabungan yang melibatkan pemerintah provinsi, Kedutaan Besar Swedia, sektor swasta, dan akademisi.

Duta Besar Daniel Blockert juga menegaskan komitmen Swedia untuk terus mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan, teknologi, dan investasi. Swedia ingin menjadi mitra strategis bagi pembangunan sumber daya manusia dan teknologi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, tidak hanya sebagai investor namun juga sebagai mitra kolaborasi jangka panjang.

Baca selengkapnya di: duta.co

Berita Terkait

Back to top button