PLN Percepat Transisi Energi di Jabar dengan SPKLU Massif, Jawab Kebutuhan Pengguna Kendaraan Listrik

PT PLN Persero melakukan percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Jawa Barat sebagai bagian dari dorongan transisi energi menuju ekonomi hijau. Salah satu fokus utama adalah peningkatan sebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang semakin massif di wilayah tersebut.

Dalam Workshop Konferensi Media Lokal dan New Media Jawa Barat 2026 bertajuk “Percepatan Transisi Energi Menuju Ekonomi Hijau,” PLN dan Suara.com menegaskan kesiapan mereka dalam menyediakan pasokan listrik dan fasilitas pendukung kendaraan listrik. Kegiatan ini digelar untuk menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai keandalan dan kenyamanan ekosistem electric vehicle (EV) di Jawa Barat.

Peningkatan Infrastruktur SPKLU di Jawa Barat

PLN terus memperluas jaringan SPKLU, terutama menjelang musim mudik Lebaran untuk mendukung mobilitas dengan kendaraan listrik. Menurut Manager PLN UP3 Bandung, Donna Sinatra, penambahan SPKLU juga difokuskan di rest area agar pengguna kendaraan listrik dapat mengisi daya dengan mudah. “Kami mempercepat pembangunan SPKLU di berbagai titik strategis untuk mencegah kehabisan energi secara mendadak,” ujarnya.

Selain itu, PLN juga menyiapkan layanan Home Charging yang semakin diminati sebagai pengisian utama kendaraan listrik. Data menunjukkan tren kenaikan pengguna Home Charging yang signifikan, dari 32.215 unit pada 2024 menjadi 70.250 unit pada 2025.

Dukungan Pemerintah Jawa Barat dan Peningkatan Ekosistem EV

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmen menuju provinsi ramah lingkungan. Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jabar, Arifin Arifin, menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi fondasi untuk mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan.

PLN juga menghadirkan edukasi kepada media dan masyarakat tentang mitos dan fakta terkait EV dalam aspek teknis dan ekonomi. Ketua Bidang Regulasi APPKLI, Benhur Lumbantobing, menyebutkan bahwa teknologi baterai kendaraan listrik terus mengalami peningkatan. Efisiensi baterai meningkat dengan waktu pengisian yang lebih singkat serta harga yang semakin beragam agar dapat diakses khalayak luas.

Keunggulan dan Pengalaman Pengguna Kendaraan Listrik

Seorang pengguna mobil listrik, Asep, menyatakan bahwa EV menawarkan berbagai keuntungan, seperti biaya operasional yang lebih hemat, akselerasi responsif, serta kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. “Teknologi seperti regenerative braking dan smart ecosystem membuat kendaraan listrik bukan lagi sebuah eksperimen, melainkan kebutuhan masa kini,” ungkapnya.

Dari segi daya tahan baterai, menurut Benhur, performa baterai kendaraan listrik mengalami penurunan sekitar tiga persen setelah dua tahun pemakaian dan stabil hingga delapan tahun dengan tingkat kapasitas 70-80 persen. Hal ini menunjukkan kendaraan listrik mampu menjadi solusi mobilitas jangka panjang bagi masyarakat Jawa Barat.

Demonstrasi Pengisian Daya dan Akses Layanan SPKLU

Pada kesempatan workshop, peserta media diajak melakukan demo langsung pengisian kendaraan listrik di SPKLU Suropati. Perwakilan PLN Bandung Utara memandu cara penggunaan aplikasi PLN Mobile dan Charge.IN untuk mengakses layanan SPKLU secara mudah dan efisien. Hal ini menunjukkan kesiapan PLN mendukung kenyamanan pengguna EV di lapangan.

Dengan peningkatan jumlah SPKLU dan dukungan dari pemerintah serta edukasi yang masif, Jawa Barat semakin siap menjadi pionir dalam transisi energi berbasis kendaraan listrik. Inisiatif ini tidak hanya mengakselerasi pengurangan emisi karbon, tetapi juga memenuhi kebutuhan mobilitas modern yang ramah lingkungan.

Baca selengkapnya di: kuninganmass.com

Berita Terkait

Back to top button