Operasi SAR Longsor Cisarua Resmi Ditutup Setelah 22 Hari, 83 Korban Teridentifikasi dan Diserahkan Keluarga

Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat telah resmi ditutup setelah berlangsung selama 22 hari. Penutupan ini diumumkan setelah seluruh langkah pencarian dan evaluasi teknis dianggap maksimal oleh tim SAR gabungan.

Operasi SAR dimulai sejak 24 Januari dan berakhir pada 13 Februari, dengan status tanggap darurat yang telah dicabut pemerintah daerah sejak 6 Februari lalu. Menurut SAR Mission Coordinator Ade Dian Permana, keputusan menutup operasi didasarkan pada evaluasi menyeluruh aspek teknis, efektivitas pencarian, serta pertimbangan keselamatan personel lapangan.

Dalam masa pencarian tersebut, tim SAR berhasil mengevakuasi sebanyak 101 kantong jenazah. Sebagian besar korban, yaitu 83 orang, sudah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 64 korban berasal dari warga setempat yang terdampak bencana longsor.

Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk proses lebih lanjut. Basarnas menyampaikan simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, sekaligus memastikan bahwa seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal dan profesional.

Penutupan operasi SAR di wilayah Cisarua menjadi langkah akhir dalam upaya penyelamatan yang digelar secara intensif. Meski demikian, upaya pascabencana berupa pemulihan dan penanganan dampak longsor tetap menjadi perhatian pihak berwenang di tingkat lokal dan pusat.

Berikut ini ringkasan hasil operasi SAR longsor Cisarua:

1. Durasi operasi: 22 hari, mulai 24 Januari hingga 13 Februari
2. Kantong jenazah yang dievakuasi: 101 kantong
3. Korban teridentifikasi oleh DVI: 83 orang
4. Korban warga lokal: 64 orang
5. Status tanggap darurat dicabut pada: 6 Februari
6. Tim SAR gabungan meliputi: Basarnas, Polri, TNI, serta BPBD dan relawan setempat

Keputusan penghentian pencarian menandai berakhirnya fase evakuasi darurat dan memulai fase rehabilitasi bencana. Evaluasi yang dilakukan juga menekankan pentingnya keselamatan tim SAR untuk mencegah potensi risiko selama proses pencarian di medan longsor yang sulit dan berbahaya.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus memantau kondisi pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, terutama saat curah hujan masih tinggi di musim hujan ini.

Baca selengkapnya di: www.detik.com

Terkait