
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat perbaikan infrastruktur jalan sebagai langkah strategis menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa selama triwulan terakhir, ada 106 paket pekerjaan senilai Rp676 miliar yang telah selesai dikerjakan.
Perbaikan dilakukan di 35 kabupaten dan kota dengan fokus pada penguatan ruas jalan utama. Tiga ruas jalan utama yang sudah diperbaiki dan diresmikan yakni Brigjend Sudiarto Semarang sepanjang 3,2 km, Semarang—Godong sekitar 2 km, dan Weleri—Patean sepanjang 1,8 km. Total anggaran untuk ketiga ruas itu mencapai Rp77 miliar.
Preservasi jalan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga meningkatkan konektivitas jalur transportasi yang menjadi urat nadi kegiatan ekonomi wilayah. Hingga kini, tingkat pemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah telah mencapai 94 persen, menunjukkan kemajuan signifikan.
Namun, curah hujan tinggi selama beberapa pekan terakhir berdampak pada terbentuknya lubang-lubang di sejumlah ruas jalan. Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan penambalan segera agar kondisi jalan makin mantap saat puncak arus mudik. Penanganan lubang jalan menjadi prioritas utama demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pemprov Jateng juga meluncurkan layanan pelaporan kerusakan jalan secara online selama 1×24 jam. Sistem ini berfungsi agar semua laporan langsung ditanggapi secara cepat dan tepat, sehingga monitoring kondisi jalan dapat berlangsung secara real time. Instruksi serupa juga diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota agar ikut aktif melakukan perbaikan lubang di wilayahnya.
Fokus penguatan infrastruktur jalan bukan semata aspek teknis, tetapi juga berdampak besar pada pergerakan ekonomi dan iklim investasi di daerah. Jalan yang prima mendukung kelancaran distribusi barang, mobilitas tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memandang konektivitas jalan sebagai faktor krusial untuk menjamin kelancaran transportasi dan aktivitas perekonomian. Peningkatan kualitas jalan menjadi bagian dari upaya strategis agar pergerakan masif orang dan barang di masa Lebaran dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Upaya ini sekaligus menjaga daya saing dan produktivitas ekonomi di wilayah tersebut.





